Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

17 Titik Rawan Bajing Loncat di Jawa Tengah

Selama 16 hari ke depan, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah akan memulai Operasi Ketupat Candi 2012

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Bakti Buwono Budiastyo  

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG --  Selama 16 hari ke depan, jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah akan memulai Operasi Ketupat Candi 2012 untuk mengamankan arus mudik dan balik tahun ini.

Catatan Polda Jateng paling tidak ada 17 Titik rawan bajing loncat. Yakni Tegal, Pemalang, Batang, Rembang, Blora, Temanggung, Cilacap, Sragen, Karanganyar, Ampel Boyolali, Klaten, lalu masing-masing dua pos di Brebes, Semarang, dan Banyumas.

Sebanyak 22 ribu personil akan terjun mengamankan titik-titik yang dianggap rawan kemacetan maupun kejahatan. termasuk melakukan tindakan jika ditemukan aksi kejahatan.

"Tanpa diperintah pun kalau pelaku kejahatan telah mengancam jiwa petugas, jiwa masyarakat, ya ditembak," tegas Kapolda Jateng Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Didiek S Triwidodo saat gelar pasukan di Mapolrestabes Semarang, Jumat (10/8/2012).

Ia mengatakan, sejak operasi candi ketupat dilaksanakan pihaknya menempatkan pasukan penembak jitu atau sniper di beberapa titik jalur mudik yang rawan tindak kejahatan. Sniper itu untuk menjaga 17 titik rawan bajing loncat yang  rawan perampokan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Pol Bambang Rudi Pratikyo menjelaskan tentang tembak di tempat. Menurut Pasal 49, 50 dan 51 KUHP anggota Polri punya wewenang untuk menembak penjahat yang membahayakan jiwa maupun harta petugas Polri dan Masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan tembak di tempat akan dilakukan sesuai prosedur. Paling tidak akan diberi tembakan peringatan terlebih dahulu. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas