Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hilal Terhalang Awan tapi Lebaran Diprediksi Tetap Besok

Hakim mengatakan, Islam adalah agama yang sangat terbuka dengan kemajuan teknologi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNNEWS.COM, LEMBANG - Pengamat astronomi dari Observatorium Bosscha Dr Hakim Luthfi Malasan mengatakan, pemerintah diprediksi tetap akan menentukan Idul Fitri jatuh pada 19 Agustus.

Meski, bila hilal yang sudah memenuhi syarat untuk terlihat menggunakan metode inkanul rukyah yang digunakan pemerintah tidak terlihat akibat seluruh langit Indonesia tertutup awan.

Sebab, menurut Hakim, ketinggian hilal sudah memenuhi syarat, yakni 5 derajat dari garis cakrawala.

Pada 2009 silam, ketika seluruh langit Indonesia tertutup awan, ujarnya, pemerintah tetap menentukan Idul Fitri jatuh pada hari setelah ketinggian hilal di atas 5 derajat.

"Astronom hanya memberikan data kepada pemerintah. Pada akhirnya, Kemenag lah yang menentikan keputusannya. Semoga saja ada daerah yang bisa melihat hilal. Kemungkinan besar Kupang bisa melihat hilal," ujar Hakim.

Hakim mengatakan, Islam adalah agama yang sangat terbuka dengan kemajuan teknologi. Perhitungan waktu ibadah pun, tuturnya, selalu dilakukan menggunakan kecanggihan teknologi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan demikian, penentuan hilal ini akan didasarkan pada perhitungan hilal yang sudah memiliki ketinggan 5 derajat, walaupun langit Indonesia tertutup awan. (*)

BACA JUGA

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas