Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jasa Penatu di Bandung Laris Manis

Permintaan jasa penatu saat libur Lebaran mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Permintaan jasa penatu saat libur Lebaran mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dari hari biasa. Banyaknya pembantu rumah tangga yang mudik membuat jasa penatu laris manis.

Pemilik Cliniclean, Inne, misalnya mengatakan, jika biasanya dalam sehari hanya menerima sekitar 145 kilogram pakaian yang harus dibersihkan, menjelang Lebaran menjadi sekitar 500 kilogram per hari.
"Yang paling banyak itu barang-barang berat seperti karpet, gorden, bed cover, dan sejenisnya. Mungkin barang-barang itu harus bersih saat Lebaran datang," kata Inne saat ditemui di tempat usaha penatu miliknya, Jalan Cijagra Raya 82, Bandung, Senin (27/8/2012).

Pakaian, kata dia, kenaikannya tidak begitu tinggi. Biasanya permintaan membersihkan pakaian terjadi setelah musim mudik selesai. Inne pun belum menerima banyak pakaian setelah arus balik selesai karena usaha penatu miliknya baru buka kemarin.

Karena permintaan tinggi, perempuan yang sudah menjalani usaha penatu sejak empat tahun lalu itu terpaksa menambah seorang karyawan freelance selama Lebaran. Dengan begitu, total karyawan menjadi empat orang.

Selain itu, Inne terjun langsung membersihkan pakaian pelanggan yang masuk ke penatu miliknya. Itu dilakukan setiap hari karena permintaan jasa penatu mengalami kenaikan.

Hal sama dikatakan karyawan Donini, Betty. Menurut dia, sepekan sebelum Lebaran hingga kemarin terjadi kenaikan permintaan jasa penatu sampai 60 persen. Dia mengatakan, jika biasanya rata-rata per bulan menerima 2.000 potong pakaian, 1-25 Agustus sudah menerima 3.000-an potong pakaian.

Rekomendasi Untuk Anda

Betty pun memprediksi, permintaan jasa penatu akan terus ramai sampai sepekan ke depan. "Biasanya dua pekan setelah Lebaran masih ramai. Sepertinya tahun ini juga begitu, apalagi ada sejumlah orang yang baru kembali ke Bandung Minggu (26/8/2012) malam dan belum sempat mencuci pakaian yang digunakan mudik," katanya di tempat kerjanya, Jalan Gatot Subroto 91G, Bandung, kemarin.

Betty mengatakan, pelanggan yang datang ke tempatnya rata-rata pelanggan lama. Hanya beberapa yang baru. Mereka menyerahkan pakaian bekas Lebaran seperti kemeja koko dan blus panjang untuk dibersihkan di penatu Donini.

"Ada juga yang meminta dibersihkan karpet dan gorden, tapi itu terjadi sebelum Lebaran. Kalau setelah Lebaran sebagian besar adalah kemeja koko dan blus panjang seperti baju kaftan," ujar Betty.

Betty mengatakan, selama Ramadan terjadi perubahan tarif jasa penatu di tempatnya bekerja. Tarif dinaikkan Rp 1.000 per potong pakaian. Hal ini dilakukan karena pada saat Ramadan permintaan jasa penatu mengalami kenaikan, sementara pakaian harus bersih sesuai jadwal.

Tarif penatu di Donini, kata Betty, dihitung per potong. Yang paling murah adalah boneka Rp 8.500, sementara termahal adalah gaun pengantin yang mencapai Rp 100.000-an per potong.

Di Cliniclean milik Inne, pakaian yang akan dibersihkan dihitung per kilogram. Satu kilogram dipatok Rp 6.000 untuk pakaian biasa. Sementara pakaian berat seperti jaket dan sejenisnya punya tarif berbeda.
"Biasanya dihitung per potong. Termasuk handuk ya, karena handuk tergolong berat membersihkannya," ujar Inne.

Selama Ramadan dan Lebaran, tarif jasa penatu di Cliniclean tidak mengalami kenaikan. Hanya bagi pelanggan yang ingin pakaiannya cepat beres bisa menggunakan jasa penatu emergency, dengan tarif yang lebih mahal. Paket emergency ini bisa selesai dalam sehari, sedangkan lama pengerjaan normal di Cliniclean adalah tiga hari.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas