Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IHSG Berpeluang Menguat Lagi

Penguatan indeks ditopang aksi beli sejumlah saham sektoral seperti barang konsumsi, perbankan, pertambangan, dan properti.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Branch Manager First Asia Capital Pontianak, Yangpi memaparkan, aksi beli kembali berlanjut pada perdagangan kemarin. IHSG berhasil break level penting 4.100 yakni di 4.117,948 menguat 57,617 poin (1,4 persen).

Penguatan indeks ditopang aksi beli sejumlah saham sektoral seperti barang konsumsi, perbankan, pertambangan, dan properti. Angka inflasi Agustus yang mencapai 0,95 persen meskipun lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 0,8 persen, namun masih dibawah 1 persen membuat pasar optimis inflasi Indonesia tahun ini relatif terjaga dibawah 5 persen. Bank Indonesia menargetkan inflasi tahun ini sebesar 4,5 persen plus minus satu persen.

"Ini mendorong aksi beli atas saham-saham yang diuntungkan dengan inflasi rendah seperti perbankan, properti dan perdagangan ritel. Selain dipicu faktor inflasi, penguatan juga turut didukung pasar saham global dan kawasan yang bergerak di teritori positif," kata Yangpi kepada Tribun Pontianak (Tribun Network), Selasa (4/9/2012).

Pelaku pasar optimis pertemuan ECB pekan ini akan menghasilkan keputusan menurunkan biaya dana di kawasan tersebut melalui program pembelian obligasi. Indeks PMI manufaktur zona Euro Agustus lalu yang turun dari 45,3 menjadi 45,1 menguatkan harapan ECB akan mengambil kebijakan stimulus lanjutan.

"Harapan tersebut membuat sejumlah indeks utama di kawasan Euro ditutup positif pada perdagangan kemarin. Dengan dukungan positif dari pasar saham global, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya," ujarnya.

Ia mengemukakan, IHSG secara technical berpeluang menuju resisten pertama di 4140 dan selanjutnya di 4170. Sedangkan support level ada di 4090. Saham-saham berbasiskan komoditas tambang dan perkebunan berpeluang menjadi penggerak pasar.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas