Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Resah Tabung Gas 3 Kilogram IAT Ditolak

Saat itu mau mengisi, saya kabet karena pengecer menolak dan mengembalikan tabung saya

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM,MADIUN- Sejumlah warga miskin di Dusun Menggung, Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun terpaksa memilih menggunakan kayu bakar lagi.

Ini menyusul, setiap isi ulang tabung gas elpiji 3 kilogram yang bertuliskan IAT ditolak pengecer maupun agen.

Hingga kini, warga maupun pengecer dan agen tidak mengetahui penyebab pasti penolakan itu. Namun sejumlah agen mengaku menerima tabung berlabel IAT dapat merugikan agen gas elpiji.

Salah seorang warga, Yatinem (60) mengaku tabung gas elpiji yang diterima dari pemerintah ditolak pengecer.

Hal itu diketahui saat tabung gas elpijinya habis dan hendak beli tabung beberapa hari lalu. Akibatnya, keluarganya terpaksa memasak menggunakan kayu bakar lagi karena tabung gas elpijinya ditolak pengecer di dekat rumahnya.

"Saat itu mau mengisi, saya kabet karena pengecer menolak dan mengembalikan tabung saya. Pokoknya pengecer tidak mau melayani tabung yang bertuliskan IAT. Makanya saya sekarang pakai kayu bakar lagi," terangnya kepada Surya, Rabu (5/9/2012).

Kini, warga miskin ini mengaku bingung dan heran atas penolakan itu. Apalagi, tabung gas elpiji miliknya adalah satu-satunya tabung pemberian dari pemerintah sejak adanya program konversi minyak tanah ke gas elpiji.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami tak diberitahu apa penyebabnya," imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Suparti salah satu pengecer gas elpiji. Dia mengaku terpaksa menolak tabung elpiji warga yang bertuliskan IAT karena tabungnya yang bertuliskan IAT juga ditolak agen.

"Dulu saya kulakan pakai tabung itu. Sekarang agen tidak mau terima tabung IAT. Kami tak tahu sebabnya," paparnya sambil menunjukkan tabung bertuliskan diproduksi untuk Pertamina IAT 0127237 LPG, WC 7,30 Ltrr, TW 5.00 Kg, TP 31 Kg/Cm2 PROD 2010.

Sejauh ini, ia dan warga lainnya juga tidak pernah mendapatkan informasi tentang tabung yang ada tulisannya IAT ditolak karena disebabkan apa.

"Banyak yang ditolak. Tabung saya sekarang malah nganggur. Kami rugi banyak karena agen nggak mau menerima tabung IAT itu," urainya.

Secara terpisah, salah satu agen gas elpiji Anjar mengaku menolak tabung gas bertuliskan IAT karena takut merugi. Namun, tanpa menyebutkan apa pemicu kerugian menggunakan tabung bantuan pemerintah itu.

"Kalau saya terima saya rugi. Kami akan menerima tabung yang tidak ada tulisannya IAT.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas