Listrik di Makassar Padam Akibat Black Out System
Padamnya listrik di Makassar, Minggu (9/9/2012), disebabkan karena black out system.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Timur, Edi Sumardi
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Padamnya listrik di Makassar, Minggu (9/9/2012), disebabkan karena black out system.
Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara M Yamin Loleh mengatakan, black out dapat disebabkan karena berbagai hal. Bisa karena pohon tumbang, perpindahan mesin pembangkit, kerusakan mesin pembangkit, atau kabel putus. Black out system diistilahkan keluar dari sistim.
"Penyebab padamnya listrik karena black out. Masih dicari penyebab black out. Namun, sekitar 75 persen listrik di Makassar sudah nyala," kata Yamin saat menghubungi Tribun Timur (Tribun Network) via telepon seluler, Minggu (9/9/2012) siang.
Listrik padam tak hanya terjadi di Makassar, hari ini. Namun juga terjadi di daerah lain di Sulsel. Sementara, kata Yamin, diketahui terjadi hingga Kabupaten Barru meliputi Makassar, Maros, Pangkep, dan Barru.
Di antara empat kabupaten dan kota itu, pasokan listrik ke Makassar, terbesar. Makassar membutuhkan pasokan listrik hingga 4.000 MW pada beban puncak. Pelanggan di Makassar tercatat mencapai 1.600.
"Kendati pasokan ke Makassar terbesar, namun listrik 75 persen sudah nyala, normal," katanya saat memantau aliran listrik.
Yamin mengatakan pemadaman listrik bukan disebabkan karena debit air di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru, Pinrang menurun.
Kendati saat ini musim kemarau, namun tak perlu dikhawatirkan terjadinya pemadaman karena debit air di pembangkit.
"Listrik di daerah ini kan, bukan cuma dipasok dari Bakaru, namun juga di pembangkit di Sengkang, Tallo, Jeneponto. Jadi kalau debit air di Bakaru menipis, pasokan listrik bisa diatasi dari pembangkit lain," ujar Yamin.
Baca Juga: