Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penambang Batubara Terkubur Batubara Hidup-hidup

Tambang batu bara yang diduga ilegal kembali memakan korban

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Ardani Zuhri

TRIBUNNEWS.COM, MUARAENIM - Tambang batu bara yang diduga ilegal kembali memakan korban. Kali ini menimpa Adi Faisal (35), warga Cipta Gara, Kecamatan Way Tebu, Lampung Barat. Ia tewas karena tertimbun longsoran batu bara setebal 2,5 meter.

Sedangkan dua rekannya, Sarpindi (50), warga Desa Karang Raja, Kecamatan Muaraenim dan Alex (40) warga Bengkulu, selamat. Namun tubuhnya mengalami luka-luka-luka akibat terkena longsoran dari ketinggian sekitar dua meter.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, Minggu (9/9/2012) sekitar pukul 18.00.

Informasi yang berhasil dihimpun Sripoku.com, peristiwa mengenaskan tersebut berawal ketika korban bersama puluhan penambang liar lainnya melakukan aktivitas penambangan ilegal di Desa Pulau Panggung Enim.

Para pekerja mulai bekerja dari pagi hingga sore. Ketika korban Adi sudah beristirahat, entah kenapa, korban diperintahkan kembali oleh mandor lapangan untuk melanjutkan penambangannya meskipun telah sore menjelang petang.

Dengan menggunakan peralatan tradisional seperti cangkul, lingis, belencong, dan sebagainya ia kembali bekerja bersama penambang liar lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah penggalian mencapai kedalaman sekitar 2,5 meter, tanpa disadari korban dan dua rekannya Sarpindi dan Alex yang asyik menggali batu bara di bagian bawah, tiba-tiba timbunan galian batu bara yang berada di atas permukaan tanah yang telah berbentuk bukit mendadak longsor dan menguburnya hidup-hidup.

Sedangkan dua rekannya yang posisinya cukup jauh masih bisa menyelamatkan diri meskipun sebagian tubuh mereka berdua terkena longsoran galian batu bara dengan disaksikan oleh rekan-rekannya sesama penambang.

Karena takut, para penambang hanya terpaku dan korban baru bisa dievakuasi setelah petugas Polsek Tanjung Agung bersama warga turun tangan. Bahkan evakuasi baru selesai dilakukan sekitar empat jam kemudian sekitar pukul 23.00. Ketika di angkat korban telah meninggal dunia.

Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas