Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tujuh Delegasi Luar Negeri Pastikan Ramaikan SIPA

Sebanyak tujuh delegasi dari luar negeri memastikan diri ikut memeriahkan gelaran Solo International Performing Art (SIPA) 2012.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM SOLO, - Sebanyak tujuh delegasi dari luar negeri memastikan diri ikut memeriahkan gelaran Solo International Performing Art (SIPA) 2012. Mereka yang berasal dari Amerika, Asia, dan Eropa itu akan menampilkan kesenian khas masing-masing. Dari dalam negeri, juga akan tampil sebanyak tujuh seniman kondang yang akan unjuk kebolehan.

Setelah sempat mendapat tentangan, SIPA 2012 akhirny benar-benar digelar pada 28 hingga 30 September 2012 di Pamedan Istana Mangkunegaran. "Tujuh delegasi dari luar negeri sudah memastikan diri ikut memeriahkan SIPA. Mereka akan menyuguhkan aksi yang sesuai dengan tema yakni Save Our World, Better Future," kata Humas SIPA 2012 Willy Apriliyadi, Kamis (20/9/2012).

Ketujuh delegasi asal luar negeri tersebut antara lain The Heliosphere (Inggris), Elisa Dance (Jepang), Hohgakubu Tohoku (Jepang), Guizhi Theater (Taiwan), Lutgardo Luza Labad (Filipina), Carel Kraayenhof (Belanda), dan Bantus Capoeira (Brazil). Sedangkan seniman dalam negeri adalah Ully Sigar Rusadi dan Sujiwo Tedjo (Jakarta), Duta Seni Krakatau Steel (Banten), Independent Expression dan Mugi Dance (Solo), Teater Tetas (Jakarta), hingga Suvarnabhumi (Yogyakarta).

Menurut Willy, berangkat dari tema Go Green inilah muncul ikon SIPA 2012 yakni Dewi Gaia yang diperankan oleh Puteri Keraton Kasunanan Surakarta GKR Timoer Rumbai Kusumadewayani. Dewi Gaia dalam mitologi Yunani dikenal sebagai Dewi Bumi atau Ibu Alam yang menciptakan banyak kehidupan di bumi. "Melalui tema Go Green, kami berusaha ingin suarakan untuk selamatkan bumi melalui seni pertunjukan," katanya lagi.

Delegasi Guizhi Theater dari Taiwan yakni Tsai Chza Chun mengatakan akan berkolaborasi dengan para seniman Solo. Mereka adalah penari Galuh dan Danang, maupun musisi Wahyu akan menampilkan suatu karya yang berjudul Between Shadow and Lights. Dalam karya itu, ia mengangkat tentang penghematan energi listrik. "Saya ingin menyuarakan tentang penghematan energi listrik. Penghematan listrik sama dengan menyelamtkan bumi," ujarnya.

Tsai Chza Chun mengaku sangat bangga bisa tampil di Solo. Apalagi Kota Bengawan dikenal sangat kental unsur budayanya. Ia pun merasa tak rugi datang jauh-jauh datang Taiwan untuk menghibur masyarkat Solo dan sekitarnya. Saat pentas, ia akan membawakan dansa dan musik penggabungan antara Taiwan dan Indonesia "Ini adalah kolaborasi yang unik dan pasti akan sangat menarik. Saya juga sangat tertarik belajar budaya di Solo," katanya. (dik)

Baca   Juga  :

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas