Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jurnalis Mojokerto Protes Kekerasan pada Insan Pers

Saya sampai uber-uberan dengan kru EO, karena menghina kami," ujar Eka dari TV One.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM,MOJOKERTO- Puluhan pekerja pers Mojokerto melakukan aksi unjuk rasa. Menuntut aksi kekerasan yang menimpa pers, Selasa (25/9/2012).

Aksi ini dilakukan di Balai Kota Mojokerto. Para awak media ini menuntut agar Pemkot Mojokerto mengkaji ulang izin AN Promosindo, menyusul aksi kekerasan terhadap awak media saat peliputan konser Sagita, Senin (24/9/2012) malam.

Beberapa awak media mendapatkan aksi kekerasan saat meliput konser di Stadion A Yani Kota Mojokerto.

Koordinator aksi Acmad Chariris menyatakan, beberapa awak media sempat mendapat kekerasan dan penghinaan saat peliputan konser di Gelora A Yani.

Bahkan sempat hendak terjadi bentrokan dengan tim pengaman internal event organizer (EO).

"Saya sampai uber-uberan dengan kru EO, karena menghina kami," ujar Eka dari TV One.

Wali Kota Abdul Gani Suhartono menyatakan, pihaknya siap untuk mempertemukan dengan AN Promosindo.

Rekomendasi Untuk Anda

Manager Operasional Nurhaji menyatakan, pihak bersedia membuat surat pernyataan mohon maaf kepada media. Ia menilai ada mis komunikasi di lapangan

TRIBUNJATIM.COM,MOJOKERTO- Puluhan pekerja pers Mojokerto melakukan aksi unjuk rasa. Menuntut aksi kekerasan yang menimpa pers, Selasa (25/9/2012).

Aksi ini dilakukan di Balai Kota Mojokerto. Para awak media ini menuntut agar Pemkot Mojokerto mengkaji ulang izin AN Promosindo, menyusul aksi kekerasan terhadap awak media saat peliputan konser Sagita, Senin (24/9/2012) malam.

Beberapa awak media mendapatkan aksi kekerasan saat meliput konser di Stadion A Yani Kota Mojokerto.

Koordinator aksi Acmad Chariris menyatakan, beberapa awak media sempat mendapat kekerasan dan penghinaan saat peliputan konser di Gelora A Yani.

Bahkan sempat hendak terjadi bentrokan dengan tim pengaman internal event organizer (EO).

"Saya sampai uber-uberan dengan kru EO, karena menghina kami," ujar Eka dari TV One.

Wali Kota Abdul Gani Suhartono menyatakan, pihaknya siap untuk mempertemukan dengan AN Promosindo.

Manager Operasional Nurhaji menyatakan, pihak bersedia membuat surat pernyataan mohon maaf kepada media. Ia menilai ada mis komunikasi di lapangan

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas