Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Keluarga Pasien Miskin Ngemis di Dinkes Malang

Puluhan keluarga pasien dari keluarga miskin melakukan aksi mengemis ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Jawa Timur,

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM  MALANG,- Puluhan keluarga pasien dari keluarga miskin melakukan aksi mengemis ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Senin (1/10/2012). Aksi itu dilakukan sebagai simbol protes atas ketidakonsisten Dinkes dalam memberikan pelayanan bagi pemohon Surat Pernyataan Miskin (SPM).

Para keluarga miskin tersebut menilai Dinas Kesehatan Kabupaten Malang cenderung berbelit-belit dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pemohon SPM, terutama untuk sejumlah pasien penderita penyakit kronis. Jauh hari sebelumnya, para pasien miskin itu dijanjikan bisa masuk rumah Sakit Kanjuruhan milik Pemkab Malang.

"Namun hanya sekadar janji, dan prosedurnya berbelit. Akhirnya kami aksi ngemis ke kantor Dinkes. Kami hanya ingin tahu sejauhmana SPM ini berlaku. Masalahnya, masih banyak keluarga pasien miskin yang tidak bisa berobat," terang Widi Prasetyo, salah satu keluarga pasien yang ikut aksi ngemis itu.

Aksi mengemis itu juga dilakukan karena mereka merasa tidak ada kepastian kapan akan ditangani oleh tim medis.

"Nasib keluarga miskin, apalagi penderita penyakit kronis separti gagal ginjal dan sejenisnnya, kompak ngemis ke Dinkes," katanya sembari menunjukkan kotak penggalangan dana.

Dalam aksinya, para keluarga pasien itu berkeliling ke seluruh ruangan di kantor Dinkes. Namun saat bertemu dengan sejumlah staf di kantor Dinkes, malah banyak yang menolak untuk memberikan sumbangan.

Baru, setelah mengetahui ada awak media yang meliputnya, para seorang staf Dinkes memberi uang yang mengaku sumbangan dari Dinkes Kabupaten Malang.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Mursidah, hingga berita ini ditulis, tak bisa dikonfirmasi. Dihubungi via telepon, sedang tidak aktif.

Baca  Juga  :

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas