Jufri Rahman Mangkir dari Panggilan Panwaslu
Rencana pemeriksaan Jufri Rahman terkait dugaan terlibat politik praktis jelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel 22 Januari 2013.
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Sulsel mulai gerah melihat ulah Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Jufri Rahman.
Panwas memanggil Jufri Rahman datang di Kantor Panwaslu Sulsel, Jl Bonto Langkasa, Makassar, Rabu (3/10/2012) pukul 10.00 Wita untuk pemeriksaan namun Jufri tak datang juga hingga pukul 12.20 Wita.
Rencana pemeriksaan Jufri Rahman terkait dugaan terlibat politik praktis jelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel 22 Januari 2013.
Divisi Penanganan Perkara dan Tindaklanjut Panwas, Anwar yang akan mencecar Jufri dengan puluhan pertanyaan laporan bukti menyebut Jufri mangkir. Panwas menuding Jufri mbalelo meski Jufri mengirim surat permohonan penundaan nomor 094/5601/42. Alasan Jufri dalam surat tersebut, sibuk di luar kota.
Bagi Anwar yang juga mantan Aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar tidak pantas diterima (dibuang). Pasalnya, surat permohonan Jufri berbentuk fotocopy dan tanpa stempel.
"Surat apa ini?, surat ini tidak pantas, masa surat fotocopyan baru tidak stempelnya. Intinya, Jufri Rahman tetap mangkir," kata Anwar kepada wartawan.
Rencananya, Panwas memanggil kembali Jufri Rahman pada Sabtu (6/10/2012).
"Kalau dia tidak datang lagi, maka itu akan merugikan dirinya sendiri. Panwas tetap akan membuat laporan sebagaimana laporan masyarakat bahwa Jufri Rahman terlibat politik praktis," tegas Anwar.
Sesuai jadwal Panwas hari ini, Jufri Rahman akan diperiksa (batal) disusul Biro Perlengkapan Pemprov Sulsel Iqbal Syuaib Samad pukul 14.00 Wita.
Baca Juga:
- Ayah Bejat Hamili Anak Kandung Saat Istri Tak di Rumah
- Korban Laka Laut Akhirnya Ditemukan
- Giliran Jufri dan Iqbal Dipanggil Panwaslu Sulsel
- PWI Targetkan 2.000 Wartawan Kompeten
Baca tanpa iklan