Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IHSG Alami Penguatan Terbatas

Branch Manager First Asia Capital Pontianak, Yangpi mengatakan, IHSG yang bergerak kemarin dalam rentang konsolidasi ditutup melemah tipis 5,328

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Branch Manager First Asia Capital Pontianak, Yangpi mengatakan, IHSG yang bergerak kemarin dalam rentang konsolidasi ditutup melemah tipis 5,328 poin di posisi 4.251,511.

Aksi beli terutama melanda saham lapis dua dan tiga seperti yang bergerak di sektor kontraktor karya, semen, pakan ternak, dan barang konsumsi. Perekonomian Indonesia yang dinilai cukup tangguh menahan krisis ekonomi global menjadi katalis positif penguatan sejumlah saham sektoral yang berbasis pada pertumbuhan pasar domestik dan proyek infrastruktur pemerintah.

Sementara dari perkembangan pasar saham global tadi malam, indeks utama Wall Street ditutup di teritori positif, dengan penguatan terbatas.

"Penguatan ini terutama dipicu keluarnya sejumlah data ekonomi AS yang menunjukkan perkembangan lebih baik dari perkiraan sebelumnya," ujar Yangpi kepada Tribun Pontianak (Tribun Network), Kamis (4/10/2012).

Menurutnya, data tenaga kerja di AS September lalu yang dirilis ADP National Employment Report menunjukkan perusahaan di AS menambah tenaga kerja lebih banyak mencapai 162.000 dibandingkan prediksi awal sebanyak 145.000 tenaga kerja.

Indeks industri jasa di AS September lalu (ISM Non-Manufacturing PMI), naik menjadi 55,1 dari Agustus 53,7. Namun harga minyak tadi malam di AS drop hingga 4 persen ditutup di USD88,14/barrel. Penurunan ini dipicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global terutama terkait suramnya perekonomian China dan zona Euro.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dengan perkembangan tersebut, IHSG hari ini berpeluang bergerak bervariasi dengan penguatan terbatas. IHSG akan bergerak dengan support di 4230 dan resisten di 4280. Saham-saham emiten yang diuntungkan dengan inflasi rendah akan kembali mendapat momentum penguatan," jelasnya.

Baca Juga:


Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas