Kapolri Diruwat Mandi Kembang
Aksi dukungan pada KPK juga mengalir dari Solo. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Sebelas Maret Solo (UNS)
Editor:
Yulis Sulistyawan
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Aksi dukungan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengalir dari Solo. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Sebelas Maret Solo (UNS) menggelar unjuk rasa mengecam tindakan kriminalisasi KPK oleh Polri. Saat aksi, mahasiswa melakukan teatrikal meruwat Kapolri dengan mandi kembang.
Aksi dilakukan di bundaran Gladak, ujung timur jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (8/10/2012) siang. Dari tengah kerumunan, muncul dua orang mahasiswa yang mengenakan topeng Ketua KPK Abraham Samad dan Kapolri Jendral Timur Pradopo. Tiba-tiba, Kapolri melucuti satu per satu baju kebesaran Ketua KPK.
“Lihat, saat ini KPK telah dilemahkan oleh Polri. KPK akan dibuat mati oleh Polri yang tersangkut kasus korupsi,” kata Ahmad Fatihul Umam, Ketua KAMMI UNS saat melakukan orasi. Usai dilucuti, Ketua KPK tadi langsung jatuh tersungkur lemah tak berdaya diatas aspal. Kapolri yang melihat peristiwa itu tertawa terbahak-bahak.
Ironisnya, peristiwa itu disaksikan langsung oleh Presiden, yang diperankan oleh seorang mahasiswa yang mengenakan topeng Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Presiden sekarang ini sibuk dengan urusannya sendiri. Lihat, dia malah asyik menyanyi,” ujar Ahmad menggunakan nada bicara tinggi hingga suaranya terdengar serak.
Kapolri tadi lalu ramai-ramai diruwat dengan dimandikan air kembang mawar oleh para mahasiswa. Ahmad yang memandikan langsung terlihat sambil komat-kamit seperti sedang membaca mantra. Sementara Ketua KPK yang tersungkur diselamatkan dan dikembalikan jubah kebesarannya oleh mahasiswa lainnya. “Institusi Polri harus sadar dan insaf,” ujar Ahmad. (*)