Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

20 Oktober Penetapan Nomor Urut Cagub

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel memindahkan lokasi penetapan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di Pilgub Sulsel

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Timur, Adin Syekhuddin

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel memindahkan lokasi penetapan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel di Pilgub Sulsel 2013 ke Hotel Sahid Jaya, Makassar. Awalnya, KPU Sulsel memilih Wisma Kalla di Jl Sam Ratulangi, Makassar.

Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas mengungkapkan pemindahan lokasi karena ketidaksiapan pihak pengelola Gedung Wisma Kalla menggelar event krusial tersebut. Jayadi mengaku tidak tahu alasan ketidaksiapan pihak pengelola.

"Kita pindahkan dari Wisma Kalla ke Hotel Sahid karena pengelolanya katanya tidak siap," kata Jayadi di Kantor KPU Sulsel, Selasa (9/10/2012).

Bukan cuma lokasi kegiatan yang dipindahkan dari rencana semula. Bahkan waktu pelaksanaan yang semula dijadwalkan 18 Oktober pun diundur menjadi 20 Oktober 2012. Tahapan penetapan nomor pasangan calon yang dilansir KPU Sulsel berlangsung 18-20 Oktober.

"Kemungkinan besar juga diundur waktunya jadi tanggal 20 Oktober. Tanggal 18 kayaknya tidak bisa," lanjut Jayadi.

Sebelum memasuki tahapan pencabutan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, tahapan yang tidak kalah krusialnya adalah penetapan partai politik pendukung pasangan calon pada tanggal 15 Oktober.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, juru bicara KPU Sulsel, Asrar Marlang mengatakan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan aparat kepolisian daerah Sulselbar sebagai langkah antisipasi pengamanan.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan masing-masing pasangan calon akan 'membawa' massa dalam jumlah yang banyak.

KPU Sulsel hanya memberikan jatah kuota 30 kursi untuk masing-masing pasangan kandidat membawa "supporternya" ke dalam ruangan pencabutan nomor urut kandidat.

"Tidak ada pembatasan massa yang hadir saat pencabutan nomor urut. Makanya kita perlu antisipasi keamanannya, karena tidak menutup kemungkinan mereka membawa massa dalam jumlah yang banyak," kata Asrar.

Asrar menambahkan, tahapan pencabutan nomor urut adalah tahapan yang tidak kalah pentingnya. Bagi sebagian kalangan, nomor urut berkaitan dengan "lucky number" sehingga antusiasme dari pendukung dan simpatisan dipastikan tidak kalah banyak dari saat pendaftaran kandidat lalu.

KPU sendiri belum menetapkan waktu pelaksanaannya karena belum disetujui dalam rapat pleno KPU Sulsel. Tahapan pencabutan nomor urut kandidat berlangsung mulai 18-20 Oktober 2012.

"Nomor keramat ini yang mau diliat oleh pendukungnya. Tapi, tanggal 18 Oktober itu baru incar-incar saja. Tergantung komisioner dalam rapat nanti yang menentukan kepastian tanggalnya," lanjut Asrar.

Asrar pun belum dapat memastikan kapan KPU Sulsel akan menggelar rapat koordinasi dengan Polda Sulselbar karena KPU Sulsel sendiri belum menetapkan tanggal pelaksanaan tahapan ini secara pasti.

Baca Juga:

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas