Lahan Warga Kekeringan
Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang dan sekitarnya, membuat sawah petani kering
Editor:
Budi Prasetyo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori
TRIBUNNEWS.COM KETAPANG,-Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ketapang dan sekitarnya, membuat sawah petani di Desa Sungai Putri , Kecamatan Matan Hilir Utara mengalami kekeringan. Petani pun harus mengeluarkan biaya untuk membeli air, agar benih padi yang di tanam petani tetap tumbuh sumbur.
Simah (32) , petani di Desa Sungai Putri, Kecamatan Matan Hilir Utara, mengatakan, untuk menjaga benih padi yang sudah disemai di sawahnya tetap tumbuh subur, Ia harus mengeluarkan uang untuk membeli air untuk menyirami benih padinya.
"Benih padi mulai tumbuh tunas, tapi terancam mati kekeringan karena kekurangan air,karena musim kemarau ini sudah lama berlansung" kata Simah jumat (11/10).
Menurut Simah, saat ini benih padinya terancam mati karena butuh air untuk disiram setiap hari. Jika tidak disiram benih padi tersebut akan terancam mati,maka dari itu, ia harus membeli air.
‘’Satu ken 20 Liter kami beli dengan harga Rp.10 Ribu,’’Ujarnya.
Simah mengatakan, selama ini para petani mengandalkan air dari sungai (parit) , yang berada tidak jauh dari sawahnya, namun karena sungai tersebut sudah kering akibat kemarau yang berkepanjangan dan hujan yang tak kunjung turun membuat sawah-sawah petani di desa tersebut mengalami kekeringan.
‘’Jika benih itu tidak disiram akan mati,karena tanah sawahnya sudah kering,’’katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Mardiah (55) petani lainya,kemarau yang begitu panjang membuat sawahnya kekurangan air. Kondisi anomali cuaca yang tejadi dalam beberapa bulan terakhir, menyulitkan para petani untuk bercocok tanam. Kekeringan dialami petani ini mengaku kesulitan dalam memperoleh air untuk mengairi sawahnya.
Menurutnya, karena tidak adanya air atau hujan dirinya terpaksa menunggu datangnya hujan untuk bercocok tanam kembali. Apalagi musim kering seperti ini.
Mardiah mengaku, bersama dengan sejumlah petani lainnya masih kesulitan air dalam sebulan terakhir. memang sekarang ini lagi musim kemarau. Dia memprediksi kekeringan atau kesulitan air tersebut tidak akan berlangsung lama.
"Mudah-mudahan hujan akan segera turun," harapnya. (ali)
Baca Juga :
- BPKP Audit Rekening Gendut Bupati Pinrang 4 menit lalu
- Bekas Terpidana Bom Bali Gelar Refleksi 13 menit lalu
- Foto-foto Tawuran Mahasiswa di Kampus UNM (1) 19 menit la
Baca tanpa iklan