Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sulsel Segera Miliki Museum Satwa

Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (KBSI) yang juga pengusaha asal Sumatera Utara, Rahmat Shah, telah mengutarakan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Timur, Adin Syekhuddin

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Satu lagi arena wisata akan dibangun di Sulsel. Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (KBSI) yang juga pengusaha asal Sumatera Utara, Rahmat Shah, telah mengutarakan keinginannya kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, untuk membangun Museum Satwa dan Kebun Binatang di Sulsel.

"Kebun binatang dan museum satwa memiliki prospek yang cukup menjanjikan dari segi ekonomi. Tapi, pada intinya, saya tidak membangun ini karena urusan profit semata, tapi karena saya hobi memelihara binatang," kata Rahmat, dalam pertemuannya dengan Syahrul, di Hotel Grand Clarion, Makassar, Kamis (18/10/2012).

Rahmat mencontohkan, salah satu kebun binatang miliknya di Surabaya, pada hari libur dikunjungi minimal 25.000 orang. Kebun binatang dan museum satwa juga dinilai akan memberikan efek positif kepada anak-anak.

"Anak-anak bisa belajar mengenal binatang sambil berwisata dengan biaya yang terjangkau," ujarnya.

Untuk tahap awal pembangunan museum satwa, Rahman menuturkan, baru menyiapkan investasi yang masih kecil yakni berkisar Rp 2 miliar.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menyambut baik keinginan Rahmat Shah. Untuk museum satwa, Syahrul menawarkan lokasi di Benteng Rotterdam, Monumen Mandala, sekitar Benteng Somba Opu, atau di Maccini Sombala of Indonesia (MOI).

Rekomendasi Untuk Anda

"Intinya, kami siap. Silakan lihat dulu lokasi yang kami tawarkan," terangnya.

Sedangkan untuk kebun binatang, Syahrul menawarkan kepada Rahmat untuk membangun di Kota Parepare. Selain lokasinya yang strategis, infrastruktur jalan juga dalam kondisi baik.

"Kalau untuk taman hewan, ada dua saran, bisa tunjuk Parepare atau Barru. Nanti kita bicara seperti apa. Prinsipnya, lahannya kami persiapkan. Awalnya, saya pikir bisa di Puca' Maros, tapi karena jalan kurang bagus dan agak bersoal, maka diputuskan untuk menawarkan Parepare atau Barru," jelasnya.

Baca Juga:

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas