Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Tahun, Ketua DPRD Pamekasan Dituduh Pakai Nama Palsu

Puluhan pemuda Pamekasan, Jawa Timur, yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Penegak Kebenaran (Krapak) menggelar demonstrasi Senin (22/10/2012)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN - Puluhan pemuda Pamekasan, Jawa Timur, yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Penegak Kebenaran (Krapak) menggelar demonstrasi ke kantor Komisi Pemilihan Umum, Senin (22/10/2012). Mereka meminta KPU Pamekasan untuk menyampaikan kepada publik tentang penggunaan nama palsu oleh Ketua DPRD Pamekasan Drs. Kholil Asyari. Nama asli Kholil Asyari adalah Halil.

Beberapa poster dibentangkan massa pengunjuk rasa. Ada tulisan, "10 tahun rakyat Pamekasan dibohongi Ketua DPRD Pamekasan (Kholil Asyari/Halil)", "Ketua Dewan kok Tidak Jujur", dan "KPU Jangan Main Mata dengan Kholil Asyari/Halil".

Hasan Basri, koordinator aksi mengatakan, kebijakan yang selama ini dilahirkan oleh DPRD Pamekasan pun patut dipertanyakan. Pasalnya Ketua DPRD Pamekasan sendiri sudah melakukan pemalsuan identitas. "Di ijazahnya bernama Halil tetapi beberapa tahun menggunakan nama Kholil Asyari," ungkap Hasan Basri.

Ditambahkan Hasan, nama Kholil Asyari oleh yang bersangkutan digunakan untuk menandatangani seluruh rangkaian kebijakan di DPRD Pamekasan. Kebijakan tersebut di antaranya Peraturan Daerah, rekomendasi ke Satuan Kerja Perangkat Daerah, surat ke Bupati, pengangkatan staf, undangan dan APBD Pamekasan selama bertahuN-tahun.

"Kebijakan itu wajib ditaati oleh masyarakat, tetapi yang menandatangani ternyata melakukan pembohongan dan pemalsuan identitas," tambah Hasan.

Atas tindakan itu, Hasan menilai tindakan Kholil Asyari sudah mencoreng dan menciderai kehormatan dan kewibawaan DPRD Pamekasan.

Menanggapi hal itu, ketua KPU Pamekasan Muhammad Ramli mengatakan, ijaZah yang dimiliki Kholil Asyari memang berbeda selama ini. "Di ijazah yang disetor ke kami namanya memang Halil, bukan Kholil Asyari," kata Ramli.

Rekomendasi Untuk Anda

Soal pembohongan nama, pihaknya tidak punya kewenangan untuk menanggapinya. "Kami hanya menyeleksi berkas saja dan tidak berwenang untuk memutuskan yang bersangkutan berbohong atau tidak," ungkap Ramli.

Demo ini berakhir dengan aksi meludahi dan menginjak-injak poster bertuliskan "Kholil Asyari Pembohong," oleh peserta aksi.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas