Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Empat Desa Adang Truk Logging PT MHP

Ratusan massa dari empat desa (Cinta Kasih, Darmo Kasih, Teluk Lubuk dan Talang Bulang), mengadang puluhan kendaraan loging PT MHP, Senin

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, MUARAENIM - Ratusan massa dari empat desa (Cinta Kasih, Darmo Kasih, Teluk Lubuk dan Talang Bulang), mengadang puluhan kendaraan loging PT MHP, Senin (22/10/2012 pukul 17.30 WIB. Aksi tersebut sempat membuat jalan macet dan nyaris ricuh, di Jalan Simpang Belimbing, Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Muaraenim.

Informasi dihimpun menyebutkan, aksi ratusan massa tersebut dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Massa menutup akses keluar masuk ke jalan utama lintas Sumatera. Akibatnya petugas keamanan kelabakan sehingga sempat terjadi ketegangan, karena massa menolak membubarkan aksi sampai tuntutan mereka kepada PT MHP untuk memperbaiki jalan dipenuhi.

Menurut salah satu demonstran, M Nafis warga Darmo Kasih, aksi tersebut murni spontan dilakukan warga, karena sudah habis kesabaran melihat ulah truk logging yang mengangkut kayu Akasi milik PT MHP. Sebab jalan dari Simpang Belimbing hingga Teluk Lubuk belum juga diperbaiki dan masih dibiarkan hancur dan berdebu.

Hal serupa juga dikatakan Kusnadi, warga marah karena selama tiga minggu warga melakukan aksi menuntut perbaikan jalan tapi disepelekan oleh pemerintah dan perusahaan.

"Kami menuntut jalan kami diperbaiki, minimal 2,8 km cor beton. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi kami akan terus melakukan aksi ini," ujarnya.

Kapolres Muaraenim melalui Kapolsek Gunung Megang, AKP Jaiz, mengatakan, pihaknya sedang melakukan dialog supaya ada win-win solution.

"Tidak ada keributan. Sekarang kita sedang upayakan pertemuan dengan pihak PT MHP," ujar Jaiz singkat.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca Juga:

Sumber: Sriwijaya Post
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas