Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gunung Biru Tempat Pelatihan Teror Sulit Ditembus

Gunung Biru wilayah yang dikenal sebagai tempat pelatihan teror di Poso, Sulawesi Tengah, memiliki medan yang cukup sulit untuk ditembus.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gunung Biru wilayah yang dikenal sebagai tempat pelatihan teror di Poso, Sulawesi Tengah, memiliki medan yang cukup sulit untuk ditembus. Hal tersebut mengakibatkan pengusutan kasus tewasnya dua anggota kepolisian sulit dilakukan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menuturkan dari dari Poso kurang lebih 10-11 kilometer. Di wilayah tersebut ada sebuah dusun, kemudian baru daerah Tamanjeka, dan lebih ke atas lagi baru wilayah Gunung Biru.

“Daerah ini diduga kuat sebagai tempat yang digunakan pelatihan teror oleh kelompok-kelompok yang kita identifikasi berada di Poso, mereka diduga kuat malekukan aksi teror antara lain penempatan bahan peledak minggu lalu di rumah bapak Okri (Kelurahan Kawai, Kecamatan Poso, Kota Selatan di rumah Okri Mamuaya Selasa (9/10/2012)), kemudian dua hari lalu di pos polisi lalu lintas,” ungkap Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2012).

Gunung tersebut menurut Boy memiliki ketinggian 2100 mdpl, sehingga tentu saja bagi orang-orang yang tidak terbiasa akan merasa kesulitan untuk menembus hutan rimba tersebut.

Ditambah lagi, di daerah tersebut pun memang sudah didesain untuk pelatihan militer para pelaku teror, tentu saja banyak hal yang perlu diperhatikan. Pasalnya dalam pelatihan teror, mereka pun diajarkan cara-cara membuat jebakan.

“Dengan kondisi seperti itu alternatifnya penyelidikan di lapangan bisa memakan waktu berhari-hari dan perlu juga memperhatikan upaya mereka membuat jebakan-jebakan,” terangnya.

Klik:

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas