Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bocah 13 Tahun Bobol ATM Mahasiswa Rp 3,2 Juta

Pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan kartu ATM didalam mesin seperti semula," tambahnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNEWS.COM,MALANG - Usianya memang baru 13 tahun dan hanya mengenyam bangku sekolah sampai kelas IV SD. Tapi soal menguras isi rekening melalui ATM, warga Desa Gelanggang, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang berinisial An sudah sangat jago.

Hanya kurang dari semenit, An berhasil menguras isi rekening milik mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Widi Puspo Hardiyanto (19).

Sejak menguras isi rekening Widi pada 30 September 2012 sekitar pukul 13.00 WIB lalu, An tidak pernah terlihat mangkal. Padahal selama ini pelaku tidak pernah absen berkumpul dengan teman-temannya. Tidak tahan lama-lama meninggalkan 'markas'-nya, An kembali ke Dieng Plaza, Rabu (24/10/2012) kemarin.

Petugas dari Polsek Sukun pun langsung meringkusnya dan menggelandang ke Mapolsek. "Karena masih anak-anak, pelaku kami limpahkan ke Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota," kata Kapolsek Sukun, Pjs Kompol Kartono, Kamis (25/10/2012).

Mantan Kapolsek Klojen ini mengungkapkan awal pengurasan isi rekening Widi. Menurut Kartono, awalnya pelaku hanya mengintip Widi yang masuk ke boks ATM. Segala gerak-gerik Widi didalam boks ATM tak pernah lepas dari pengamatan An, terutama gerakan tangan Widi.

Makanya setelah Widi keluar, An langsung masuk kedalam boks ATM. Ternyata Widi lupa mengeluarkan kartu ATM-nya setelah mengambil uang.

Tangan mungilnya langsung menekan sejumlah tombol. Uang sebesar Rp 3,2 juta yang semula tersimpan di rekening Widi langsung dikuras.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan kartu ATM didalam mesin seperti semula," tambahnya.

Menyadari kartu ATM-nya tertinggal, Widi kembali ke Dieng Plaza lima menit kemudian. Dia sangat kaget melihat uang dalam rekeningnya turun drastis. Hilangnya uang ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Sukun.

Kepolisian yang mendapat laporan ini langsung datang ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dari saksi dan barang bukti (BB), termasuk rekaman CCTV. Dari rekaman CCTV inilah terungkap penguras isi rekening Widi. "Kami beberapa kali datang ke lokasi dengan harapan bisa menemukan pelaku. Ternyata baru kemarin pelaku berhasil kami amankan," terang Kartono.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas