Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jemaah Ahmadiyah Dipaksa Polisi tak Lakukan Aktivitas

Jemaah Ahmadiyah mengaku dipaksa polisi membuat pernyataan tidak akan melakukan aktivitas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM,BANDUNG- Jemaah Ahmadiyah mengaku dipaksa polisi membuat pernyataan tidak akan melakukan aktivitas. Paksaaan dan intimidasi atau tekanan didapat saat tiga warga Ahmadiyah yang merupakan mubalig Masjid An-Nashir dibawa ke Mapolsek Astanaanyar dan Mapolrestabes Bandung.

Hal itu dikemukakan oleh Abdul Wahid Yora, salah seorang mubalig Masjid An Nasir dalam konferensi pers di salah satu rumah makan di Jalan Pahlawan, Jumat (26/10).

Dijelaskan, sekitar pukul 21.30, Kamis (25/10) lalu itu, dia bersama sembilan warga Ahmadiyah berada di Masjid An- Nashir. Tiba-tiba didatangi sekitar 10 orang dari ormas Islam itu. Mereka meminta jemaat Ahmadiyah menurunkan atribut di dalam masjid."Mereka memaksa, kami menolak," ujar Yora.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung meminta polisi mengusut tuntas kasus perusakan Masjid An-Nashir ini. LBH Bandung menyesalkan, kejadian itu disaksikan polisi secara langsung.

LBH Bandung pun akan membawa kasus ini ke Komnas HAM. Latar belakangnya karena polisi memaksa jemaah Ahmadiyah menandatangani surat pernyataan tidak akan melakukan salat Id dan pemotongan hewan kurban di Masjid An-Nashir.

"Yang jelas, kita juga akan minta bantuan lembaga lain. Termasuk Komnas HAM guna mengusut polisi yang menekan jemaah Ahmadiyah," ujar Unung Nuralamsyah, Kabid Internal LBH Bandung, di tempat yang sama.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas