Bawa 17 Lagu, Creed Pukau Surabaya
Grup band beraliran rock asal Florida, Creed berhasil mengguncang Surabaya dalam konser bertajuk Guinness Arthur's Day
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Grup band beraliran rock asal Florida, Creed berhasil mengguncang Surabaya dalam konser bertajuk Guinness Arthur's Day di Ballroom Grand City, Rabu (31/10/2012/2012) malam.
Jumlah penonton yang memadati ballroom di luar dugaan. Saat band pembuka tampil, /rif sekitar pukul 20.00 WIB, puluhan penonton memilih berada di luar ballroom.
Namun ketika melewati pukul 21.00 WIB, detik-detik menjelang Creed tampil penonton langsung merangsek memadati ballroom. Konser kali ini agak berbeda dibandingkan kehadiran Mr Big dan Simple Plan beberapa waktu lalu yang juga di Ballroom Grand City, dimana separuh ballroom tidak terisi oleh penonton.
Scott Stapp (lead vocal) tampil sedikit cool, dan minim interaksi di awal pembukaan konsernya. Pria berusia 39 tahun itu hanya menyapa penonton Surabaya dengan sapaan "Hello, we're Creed. This is the first perform in Indonesia," kata Stapp.
Lagu Are You Ready, yang diambilkan dari album ke-2 Human Clay (1999) membuka penampilannya namun tidak terlalu hangat. Disusul Torn yang diambilkan dari album pertamanya My Own prison, lalu Wrong Way, What If, Iron, Sunday Morning. A Thousand Faces, Bullets, Say I (juga dari album ke-2 Human Clay), Faceless Man dan lagu berjudul Time.
Penonton masih agak terpaku dan kurang antusias dengan deretan lagu tersebut. Namun menginjak lagu ke-12 What's This Life For, Scott berinteraksi dengan penonton. "This song is about human spirit. Nothing can separate us. Here in Indonesia we love you," ujarnya.
Disusul single berjudul One, yang diambilkan dari album pertamanya My Own Prison menjadi lagu ke-13. "Come on sing together," ujar Stapp sambil memberikan mic ke penonton saat reff single One. "Come on put your hands up!"
Penonton semakin heboh. ketika empat sekawan Scott Stapp, Mark Tremonti, (vokal, gitar), Scott Phillips (drummer), dan Brian Marshal (bass) menghadirkan lagu Higher. "Dreaming higheeeerrr!" teriak Stapp mengajak penonton.
Pertunjukkan sempat terhenti 5-10 menit, disusul teriakan "we want more" berkali-kali dari penonton. Muncullah kembali Stapp dengan single peraih Grammy Award 2001 yakni With Arms Wide Open (lagu yang diciptakan Scott buat anak pertamanya ketika lahir setelah ia divonis cerai pada 1998).
Single One Last Breathe dari album ke-3 nya menjadikan konser semakin panas. Single ini adalah salah satu yang hits, sehingga tak heran penonton ikut bernyanyi dari awal lagu hingga disambung dengan single hits Sacrifice.
"I feel your love, i feel your energy. I love your beautiful voices," puji Stapp sambil tersenyum dan menganggukkan kepala lalu memberikan mic pada penonton saat reff Sacrifice. "I just want to say hello again.."
Kedua lagu terakhir ini memiliki 3 bar brillian di awal nadanya, sehingga tak heran menjadikannya hits. Meski di usianya yang menginjak paruh baya membuat Stapp tak terlalu lincah di panggung, namun kerinduan penonton terhadap band ini semakin terjawab di pengujung acara.
Stapp sempat solo karir, dan memiliki dua album yakni The Great Divide 2005 dan Between Lust and Love 2012. Ketiga anggotanya yang lain (tremonti, philips, dan Marshal) juga sempat pecah membentuk band baru Alter Bridge.
Penampilan mereka kali ini, adalah reuni perdana di luar negaranya. "I love your voices. Thank you Surabaya. Another piece to you, good night and Goodbless," pungkas Stapp saat jarum jam menunjukkan pukul 22.50 WIB.