Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Di Garut Belum Ada Unggas Terinfeksi Flu Burung

Tim dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut memeriksa kesehatan sekitar 500 unggas

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Tim dari Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut memeriksa kesehatan sekitar 500 unggas di Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Rabu (31/10/2012) untuk antisipasi flu burung atau Avian Influenza (AI).

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai tindak lanjut laporan warga mengenai kematian puluhan unggas di desa tersebut. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di antaranya di Kampung Peundeuy, Cikanyere dan Pasirsereh.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut, Iman Budiman, mengatakan dari ratusan unggas yang diperiksa, belum ditemukan unggas yang terindikasi terinfeksi virus flu burung.

Walaupun demikian, timnya telah mengambil sampel darah dari 10 unggas yang pernah hidup sekandang dengan unggas yang mati. Kemudian, 10 tabung darah tersebut akan diteliti di laboratorium.

"Pemeriksaan baru selesai sore karena banyak sekali unggas yang diperiksa. Pemeriksaan harus dilakukan secara teliti. Hasil lab baru bisa diketahui keesokan harinya," kata Iman di Kecamatan Cibiuk, Rabu (31/10).

Staf Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Niko Maliki, mengatakan sampai pemeriksaan sementara kemarin, belum ditemukan unggas yang terinfeksi virus flu burung. Penyebab kematian ratusan unggas di desa tersebut, tuturnya, adalah penyakit yang kerap muncul pada saat perubahan cuaca.

"Kami memeriksa sisa unggas yang masih hidup, sekitar 500 unggas. Penyakit ini membuat sekitar 50 persen populasi unggas di desa tersebut mati," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemeriksaan kesehatan unggas, ujarnya, berakhir di Kampung Pasirsereh, yakni kampung yang diduga sebagai tempat asal penyakit itu yang kemudian menular pada ratusan ayam di kampung lainnya.

"Ternyata benar, asalnya dari Kampung Pasirsereh. Sebab, berdasarkan penuturan warga, di kampung ini ayam-ayam sudah mati sejak sebulan lalu. Sedangkan, kampung lainnya baru beberapa minggu," kata Niko.

Sebelumnya diberitakan, Warga Kampung Peundeuy, Desa Cibiukkidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, khawatir jika puluhan unggas milik mereka yang mati sejak dua minggu disebabkan virus flu burung.

Kecamatan Cibiuk merupakan kawasan endemis flu burung di Kabupaten Garut, selain Kecamatan Banyuresmi. Karenanya, unggas yang mati dalam jumlah besar di dua kecamatan tersebut menjadi sorotan pemerintah.

Pemerintah mengimbau pada warga Kabupaten Garut untuk segera melapor pada aparat pemerintah atau aparat keamanan jika menemukan unggas yang mati mendadak di lingkungan sekitarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas