Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

'Pocong Gentayangan' Makam Leginah Dibongkar

Sudah hampir dua minggu terakhir ini kawasan Donorejo, Kel Talang Banjar, Jambi timur,

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Sudah hampir dua minggu terakhir ini kawasan Donorejo, Kel Talang Banjar, Jambi Timur, dan Jalan Gn Kidul, dekat SMK Attaufiq dan asrama polisi Talang banjar bagai tak berpenghuni.

Namun pantauan Tribun pada pukul 22.00, Rabu (31/10/2012 malam) kawasan ini mendadak ramai. Ribuan warga memadati kawasan TPU Darul Akhirat, Talang Banjar.

Bahkan aparat kepolisian dipinpin Kapolsek Jambi Timur AKP Fery Ardian datang untuk memastikan kerumunan massa tidak anarkhis. Camat Jambi Timur Ridwan Saleh, dan Lurah Talang Banjar mendatangi lokasi.

Ternyata sumber kehebohan itu adalah munculnya isu penampakan sosok mirip pocong yang bergentayangan.  

Warga yang memadati lokasi ini, lantaran penasaran dengan cerita yang marak beredar dari mulut ke mulut.

Tak hanya itu, perbincangan mengenai penampakan ini juga marak di grup BlackBerry Messengger (BBM) dan Twitter.

Terkait dengan isu-isu yang meresahkan masyarakat semacam ini, ustad Heriyanto, dari Desa Lubuk Kayu Aro, Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi mengatakan, fenomena seperti ini memang sering didengar, namun menurutnya, dalam Islam kejadian seperti itu tidak ada.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia berpesan, jika masyarakat merasakan ketakutan, maka tenangkanlah dengan membaca ayat-ayat Alquran yang mereka hafal.

"Boleh Ayat Kursi, Al-Fatiha, Al-Falaq dan Annas atau Surah Yasin. Tapi yang lebih bagusnya membaca Ayat Kursi karena menyimpan makna yang sangat mendalam," jelasnya.

Kapolsek Jambi Timur AKP Fery Ardian yang dihubungi saat berada di lokasi mengatakan belum bisa berkomentar banyak.

"Saat ini sedang dilaksanakan musyawarah dengan warga, besok saja informasi yang lebih jelas," katanya.

Isu yang muncul, arwah perempuan bernama Leginah (30) yang meninggal dua minggu lalu, mendatangi warga di Donorejo dan sekitar Attaufiq. "Sedikitnya 10 orang yang mengaku didatangi almarhum.

Arwah itu meminta agar tali pocongnya dilepas," kata Ilham, pemuda setempat yang ditemui Tribun di lokasi kemarin malam.

Ali, pemuda lain pun memperkuat keterangan Ilham.

"Sudah 2 minggu ini pertokoan di sekitar asrama polisi, Attaufiq sepi. Jam 9 sudah pada tutup, biasanya jam 2 malam masih ramai," katanya.

Kemarin malam, keluarga Leginah datang di Rumah Ketua Pemuda di kawasan TPU, dan terlibat perundingan dengan warga, polisi dan tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan itu, warga menuntut makam Leginah dibongkar kembali.

Herman, lelaki paruh baya, yang bertugas menggali kubur almarhum kepada Tribun mengakui, saat prosesi pemakaman, tali pocong pada kain kafan tidak dilepas.

"Waktu itu saya sadar tali pocong tidak dibuka, tapi pihak keluarga tak membolehkan," kata  Herman.

Dia pun membeberkan sejumlah kejanggalan saat prosesi itu. Katanya, jenazah ketika dikeluarkan dari mobil ambulans langsung dimasukkan ke dalam kubur.

"Tanpa diazani, pokoknya tidak mengikuti tata cara kita kebanyakan," katanya.

Tambahnya, pihak keluarga yang jumlahnya puluhan saat prosesi itu, berdoa dgn cara berdiri dan menghadap matahari.

Marzuki, Ketua RT 28, yang mengikuti pertemuan, mengakui adanya keresahan masyarakat.

"Memang banyak yang resah, tapi belum ada satupun yang mengaku pada saya pernah melihat secara langsung.

Penampakan itu hanya tersebar di HP!"  Informasinya besok pukul 09.00 akan ada pertemuan di kantor lurah.

"Memang, tata cara tidak lazim seperti kita. Mayat tidak diazankan, dan ujung kaki dan dahi tidak menyentuh tanah," katanya. Dalam pertemuan kemarin, pihak keluarga mengakui tidak melepaskan tali pocong jenazah.

Sudah Dilepas

Sutrisno, suami almarhumah Leginah (30) memastikan jenazah dimakamkan sesuai aturan agama.

Dikatakan Sutrisno, tidak benar isu yang berhembus jika tali pocong jenazah istrinya tidak dilepas.

 Sutrisno mengatakan ia sendiri yang melepas tali pocong yang belakangan menjadi isu yang menghangat tersebut.

"Kami bertiga yang masuk ke dalam kubur waktu pemakaman. Saya di bagian kepala, saya sendiri yang buka tali pocongnya," ujar Sutrisno pada pertemuan yang digelar di kantor Lurah Talang Banjar, Jalan Mulawarman RT 19, Kecamatan Jambi Timur, Kamis (1/11)

 Pertemuan tersebut dipimpin Lurah Talang Banjar Nofianto SE. Juga hadir Ketua Majelis Ulama Islam (MUI) Kecamatan Jambi Timur H Sayuti, pihak kepolisian, TNI, serta forum RT Kelurahan Talang Banjar. Puluhan orang yang penasaran juga terlihat memenuhi ruangan.

 
 Sutrisno mengatakan, keluarganya sangat terpukul dengan isu pocong bergentayangan, dan dikaitkan dengan almarhumah istrinya. Dua anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD bahkan jauh lebih terpukul dengan isu yang berhembus tentang ibu mereka.

 "Yang membuat saya lemah, anak-anak saya yang semula tegar dengan wafatnya ibu mereka, menjadi menangis dan sangat terpukul. Tolong perhatikan itu," ujarnya.

 Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan, makam tidak akan dibongkar. Apalagi setelah mendengar keterangan langsung dari pihak keluarga, bahwa penyelenggaraan jenazah sudah sesuai dengan aturan syariat agama.


Sumber: Tribun Jambi
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas