Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Baku Tembak di Poso Masih Berlangsung

Sejak pukul 06.00 Wita atau pukul 05.00 WIB, Sabtu (3/11/2012), baku tembak terjadi antara terduga teroris dan aparat Densus 88

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM POSO,- Sejak pukul 06.00 Wita atau pukul 05.00 WIB, Sabtu (3/11/2012), baku tembak terjadi antara terduga teroris dan aparat Densus 88 di Jalan Pulau Irian, Poso, Sulawesi Tengah. Dilaporkan, satu terduga teroris tewas dalam peristiwa ini.

Lokasi baku tembak sekitar 500 meter dari Markas Kepolisian Resor Poso di Pasar Sentral Poso. Aksi baku tembak sempat membuat jalan lumpuh lebih satu jam.

Baku tembak bermula saat Tim Densus 88 dan Brimob Kelapa Dua serta Brimob Polda Sulteng menyergap sebuah rumah di jalan Pulau Irian, Kelurahan Kayamanya yang diduga sebagai rumah terduga teroris. Penyergapan dipimpin Brigjen (Pol) Rudy Sufahriadi, Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT.

Namun, kelompok terduga teroris melakukan perlawanan. Mereka masuk ke sebuah sekolah, SD 26, yang memang sudah diliburkan terkait rencana penyergapan ini. Terjadi baku tembak antara kelompok terduga teroris dan aparat. Seorang terduga teroris tewas.

Hal ini kemudian membuat kelompok terduga teroris makin keras melakukan perlawanan, baik dengan tembakan maupun bom. Aparat akhirnya mundur ke Polres Poso. Sebagian mengintai dari rumah warga.

Mundurnya aparat disambut terduga teroris dengan memukul tiang listrik sebagai simbol perlawanan dan memanggil orang-orang lain untuk melawan. Mereka bahkan sempat menutup jalan Pulau Irian dan melempar batu ke arah petugas.

Suara pukulan tiang listrik akhirnya membuat warga berlarian menjauh. Tak ada yang berani melintas. Tak berapa lama, petugas meminta warga kembali ke aktivitas biasa, namun ini disambut kelompok teroris dengan lemparan batu ke jalan.

Rekomendasi Untuk Anda

Aparat akhirnya kembali maju dan memukul mundur kelompok teroris. Hingga pukul 08.00 wita, penyergapan belum selesai.

Perkembangan terakhir, warga kini justru memprotes polisi untuk segera menyerahkan jenazah korban baku tembak kepada warga.

Baca  Juga   :

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas