Daging Langka di Malang, Pembeli Kecewa
"Kalau harga naik, saya bingung mau ngecilkan bakso tidak bisa, mau menaikkan harga juga kasihan pembeli," ujar Tatik.
TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Buntut mogoknya para penjagal sapi di Malang membuat daging sapi di Malang langka.
Kelangkaan daging ini terjadi di beberapa pasar tradisional di Kota Malang, membuat beberapa pembeli kecewa. Banyak pembeli yang terpaksa 'balik kucing' karena tidak temui pedagang daging sama sekali.
Tatik, salah satu pembeli di pasar besar ini merasa kecewa karena sudah keliling kemana-kemana tidak menemukan daging.
"Saya pusing sudah mencari daging kemana-kemana tidak ada, padahal saya kan butuh untuik jualan bakso," ujar wanita yang mengaku berjualan bakso Pak Suhar di pasar Kebalen ketika ditemui di Pasar Besar Malang, Kamis (8/11/2012).
Ia juga khawatir, ketika harga dagaing sapi terus merangkak naik.
"Kalau harga naik, saya bingung mau ngecilkan bakso tidak bisa, mau menaikkan harga juga kasihan pembeli," ujar Tatik.
Kekecewaan karena tidak ada yang menjual daging dirasakan oleh Desi, warga Jalan Joyo Utomo ini. Pagi ini, ia datang ke pasar merjosari karena ingin membuat bistik daging.
Aisy, salah satu penjual dagung di Pasar Besar Malang hari ini tidak bisa menjual daging. Namun, ia tetap membuka standnya untuk mengahabiskan daging sisa kemarin, itupun hanya untuk pelanggan saja.
"Sebenarnya mau tutup saja, kan tidak ada yang kami jual. Tapi ini untuk pelanggan," kata Aisy, ketika ditemui distandnya di Pasar Besar Malang, Kamis (8/11/2012). Menurutnya, hari ini sudah banyak pembeli yang kembali.
Terkait masalah ini, lanjut Aisy pihaknya serba salah. Jika melihat harga sapai yang mahal memang tidak bisa menyalahlan jagal. Namun, jika hgarga daging dinaikkan, pembeli akan lari, karena kenaikannya mencapai Rp 4.000. Untuk harga daging, saat ini dari jagal Rp 66.000, dan dijual dipasar Rp 70.000.