Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pasangan Oom-Erni Pendaftar Pertama di KPU Sumedang

Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dari perseorangan, Oom Supriatna dan Erni Juwita

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG -- Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati dari perseorangan, Oom Supriatna dan Erni Juwita mendaftar ke KPU Sumedang, Rabu (7/11/2012) pukul 09.30. Pasangan calon asal Darmaraja ini menjadi calon bupati pertama yang mendaftar ke KPU sampai hari keempat.

Oom dan Erni datang tanpa membawa massa langsung diterima ketua dan anggota KPU di ruangan lobi yang disulap jadi tempat pendaftaran. Namun setelah diperiksa dokumen persyaratannya ternyata masih ada yang belum lengkap.

"Berkas yang belum lengkap ini harus segera diserahkan ke KPU," kata Asep Kurnia, Ketua KPU.

Dari 30 item persyaratan, pasangan calon bupati perseorangan ini tidak membawa naskah visi misi sebagai calon bupati dan wakil bupati. Kemudian tidak menyerahkan daftar nama tim kampanye dan nomor rekening dana kampanye serta keterangan tidak memiliki tanggungan utang.

"Pasangan calon juga harus menyerahkan kekurangan dukungan tambahan. Semua syarat sama pentingnya dan dukungan tambahan ditunggu KPU," kata Asep.

Sementara itu, formulir keterangan tidak sedang dinyatakan pailit juga tak diserahkan ke KPU. "Untuk keterangan tidak pailit itu masih diproses di pengadilan tata niaga di Bandung," kata Oom Supriatna.

Pasangan Oom dan Erni ini masih kekurangan 16.735 dukungan lagi. Sebelumnya hasil verifikasi faktual dari 40.780 dukungan hanya 20.458 yang memenuhi syarat. Sesuai ketentuan kekurangan dukungan itu harus dua kali lipat yakni 33.470 yang diserahkan ke KPU.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami siap menyerahkan dukungan sebanyak dua kali lipat dari kekurangan itu," kata Oom.

Untuk penelitian berkas dukungan juga, KPU menggunakan metode kolektif yaitu warga yang mendukung dikumpulkan oleh pasangan calon di satu tempat. Kemudian petugas melakukan verifikasi. Sebelumnya petugas mendatangi pendukung dari rumah ke rumah. "Ini yang kami tunggu, tim saya akan mengumpulkan para pendukung itu," kata Oom.

Ia menyebutkan, dalam mencari dukungan tak pernah menjanjikan uang. "Termasuk nanti kalau mereka datang ke satu tempat untuk verifikasi tidak akan diberi ongkos dan kalaupun pekerjaan atau penghasilan terganggu sehari juga tak akan diganti. Mereka iklas mendukung saya," kata Oom.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas