Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kronologi Bentrok di Adonara

Kronologi kejadian perang antar kampung di Adonara, NTT, bermula ketika warga Lewonara

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Pos Kupang, Syarifah Sifah

TRIBUNNEWS.COM, LARANTUKA -- Kronologi kejadian perang antar kampung di Adonara, NTT, bermula ketika warga Lewonara melakukan paha kemaha di lokasi sengketa Got Hitam, persisnya di kali mati, sekitar satu kilometer dari jalan, Selasa (13/11/2012).

Warga Lewonara yang datang cukup banyak, namun yang diperbolehkan aparat keamanan hanya 50 orang untuk melakukan prosesi paha kemaha.  Yang lainnya diminta kembali. Selanjutnya, rombongan dengan dua truk dikawal ketat menuju lokasi Paha Kemaha sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat tiba di Got Hitam, dua kendaraan truk dihentikan di pinggir jalan dan rombongan dikawal aparat keamanan menuju kali mati di Got Hitam untuk melakukan prosesi paha kemaha yang diawali dengan bao lolon.

Mereka membawa senjata seadanya sebagaimana budaya orang Adonara yang ke mana saja selalu membawa senjata. Karena mereka mentaati perjanjian sebelumnya yang sudah disepakati  antara kedua warga yang bersengketa yang dilakukan di Waiwerang, Senin (12/11/2012), dalam pertemuan yang dimediasi Kapolda NTT, dihadiri, Bupati Flotim  dan para muspida.

Sekitar pukul 08.30 Wita, prosesi paha kemaha selesai dan rombongan berjalan menuju dua truk yang diparkir di pinggir jalan pertigaan Got Hitam. Saat hendak naik ke mobil, tiba-tiba dari arah belakang ratusan warga Lewobunga menyerang. Mereka membakar satu truk dan satunya dihancurkan hingga kaca bagian depan truk itu hancur.

Situasi menjadi kacau. Dalam beberapa saat, pihak keamanan tidak kelihatan. Bunyi senjata rakitan bertubi-tubi mengundang ribuan warga turun melihat ke jalan.  Perang dengan jarak dekat tidak terhindarkan. Tidak terdengar bunyi tembakan peringatan polisi dan perang terus berlanjut  hingga pukul 13.00 Wita. Aparat baru mampu mengendalikan situasi sekitar pukul 13.00 Wita.

Rekomendasi Untuk Anda

Perang yang terjadi berkepanjangan hingga siang hari itu, tidak seperti biasanya perang orang Adonara yang hanya berlangsung pagi hari dan sore hari.

Kapolres Flotim, AKBP Wahyu Prihatmaka, S.H, yang dihubungi melalui handphone- nya, Selasa (13/11/2012), mengakui adanya perang itu. "Saya sedang berada di lapangan.  Aparat keamanan sedang bekerja," kata Wahyu.

Pantauan Pos Kupang,  Selasa (13/10/2012) di RSUD Larantuka, sekitar pukul 14.00 Wita, evakuasi korban dari Waiwerang terus berdatangan hingga 13 orang. Semuanya dirawat di RSUD Larantuka.
Kedatangan para korban warga Lewonara yang terkena senjata tajam dari warga Lewobunga itu sempat menghebohkan Kota Larantuka. Puluhan warga dari berbagai wilayah dalam Kota Larantuka berdatangan memenuhi halaman depan Kantor RSUD Larantuka.

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas