Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lokon Semburkan Abu Vulkanik 3.500 Meter

Letusan kali ini sempat membuat warga panik, sebab lagi-lagi terdengar dentuman sangat keras hingga menggetarkan rumah-rumah warga.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNNEWS.COM MANADO -- Gunung Lokon kembali meletus, Rabu (28/11/2012) sekitar pukul 10.05 Wita. Letusan kali ini sempat membuat warga panik, sebab lagi-lagi terdengar dentuman sangat keras hingga menggetarkan rumah-rumah warga.

"Abu vulkanik yang keluar akibat letusan Gunung Lokon mencapai ketinggian 3.500 Meter," ujar Suwarno, petugas Pos Pemantau Gunung Lokon kepada Tribun Manado.

Abu vulkanik yang keluar dari Kawah Tompaluan Gunung Lokon, belum menjangkau wilayah Tomohon karena masih berada dalam posisi vertikal ke udara. "Untuk sementara abu vulkanik belum bisa diprediksi akan jatuh kemana, karena masih dalam posisi vertikal ke udara," jelasnya.

Sejak semalam, tanda-tanda akan terjadinya letusan memang sudah terlihat dengan meningkatnya kegempaan pada sesmograf di Pos Pemantau, baik gempa tremor maupun vulkanik. "Supply energi masih terus berlangsung setelah letusan, jadi Warga harus terus berhati-hati, dengan tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya 2,5 Km atau mendaki hingga ke puncak," tuturnya.

Di Tinoor Kecamatan Tomohon Utara menurut Oscar Lolowang, terjadi kepanikan karena warga mendengar dentuman keras akibat letusan Gunung Lokon. "Kami sampai berhamburan keluar rumah, karena kami kira ada bom meletus seperti d Hirosima Jepang," katanya.

Di Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah juga terdengar dentuman akibat letusan. "Saya terkejut karena mendengar letusan keras, dikira bom ternyata Gunung Lokon yang meletus," ungkap Ruddy Pitoy, warga Kolongan Lingkungan 1. (War)

Rekomendasi Untuk Anda

Baca  Juga  :

Sumber: Tribun Manado
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas