Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Betis Murid SD di Pondok Meja Tertembus Peluru

Peluru nyasar menembus betis kaki bagian kanan Alreana Meissy R (10), warga RT 21, Dusun Karya Maju, KM II, Desa Pondok Meja

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Peluru nyasar menembus betis kaki bagian kanan Alreana Meissy R (10), warga RT 21, Dusun Karya Maju, KM II, Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Alreana yang juga murid kelas V SDN 206 Kenali Asam Bawah, Kota Jambi, terpaksa terbaring lemah di rumahnya sepekan lebih.

"Sekarang masih terasa ngilu dan gatal-gatal di dalamnya," ujar gadis yang akrab disapa Eci ini, Minggu (2/12/2012).

Eci diduga terkena peluru nyasar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab saat bermain di kebun milik kakeknya Muhammad Helmi (72), di kawasan yang berdekatan dengan Sekolah Polisi Negara (SPN) Jambi sekitar pukul 09.00 WIB Minggu, 25 November 2012.

Ditemui Tribun di rumahnya, Minggu (2/12/2012), korban ditemani orangtuanya bercerita kronologis awal kejadian.
Saat itu, ia hanya duduk santai di teras rumah milik kakeknya yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya sendiri.

"Lagi duduk santai di teras, dekat rumah kakek. Pas kakek lagi nyangkul di kebun, ndak tahu tiba-tiba peluru masuk dan berjalan pelurunya ke sini," ujar Eci sambil menunjuk ke arah betis kakinya yang tertembus peluru.

Muhammad Helmi, kakek korban menunjukkan serta mempraktekkan langsung reka peristiwa di kebunnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bapak nggak usah saya komentar langsung, lihat saja aslinya begini lah. Gambarnya bisa bapak lihat," ujarnya sambil memperagakan kejadian di kebun.

Dalam peragaannya, Helmi sedang menggali lubang untuk ditanami ubi. Selang berapa menit ia mendengar suara ledakan senjata yang datang dari arah depan. Sedangkan posisi korban (Eci) berada di sampingnya.

"Saya dengar suara..tass, tapi awalnya saya tidak perhatikan. Tiba-tiba cucu saya teriak nangis baru saya berhenti. Dan menghampirinya, jarak antara saya dengannya sekitar 3 meter," ujar Helmi yang juga Ketua RT 21 ini.

"Ini masih ada percikan darah membekas di teras," katanya sambil menunjukkan bekas darah tersebut. 

Sumber: Tribun Jambi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas