Waspadai Sumur Beracun, 2 Hari 4 Orang Tewas
Peristiwa tewasnya empat warga karena gas beracun di dalam sumur di dua tempat berbeda dalam
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Peristiwa tewasnya empat warga karena gas beracun di dalam sumur di dua tempat berbeda dalam waktu yang tak terpaut jauh, belum lama ini, disikapi serius oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Diskar) Kota Bandung. Menurut Kepala Diskar Kota Bandung, Alwin Nasution, peristiwa sejenis seharusnya dapat dihindari seandainya warga lebih waspada.
"Bayangkan dalam satu hari dua warga meninggal. Dalam dua hari, empat orang meninggal. Ini harus ditanggapi serius. Warga harus peduli. Jangan dianggap enteng. Keempat warga yang meninggal itu penyebabnya sama. Diduga keracunan," kata Alwin di Mapolrestabes Bandung.
Menurut Alwin, sebenarnya warga bisa mengontak dan meminta bantuan Diskar jika ragu soal keamanan sumur yang akan mereka masuki. "Panggil kami untuk lakukan pengecekan. Petugas pemadam kebakaran memiliki alat khusus untuk melakukan pengecekan seperti itu," ujarnya.
Seperti diberitakan, peristiwa tewasnya warga dalam sumur, pekan lalu, pertama terjadi di sumur sedalam 25 meter milik keluarga Agus di Blok Ageur, RT 1/11, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Sabtu (24/11/2012) lalu. Korban yang diketahui bernama Aang (36) dan Endam (34) terjebur kedalam sumur berukuran 40x40 cm itu saat akan membetulkan alat pompa air, sekitar pukul 17.30 WIB.
Diduga, saat masuk ke sumur Aang, menghirup gas beracun hingga hilang kesadaran. Endam yang berada di atas mencoba menyelamatkannya, namun tak berhasil. Jasad kedua korban baru bisa dievakuasi pukul 22.30 WIB.
Sehari kemudian, dua pekerja bangunan juga tewas di dalam sumur di Perumahan Bojong Raya RT 2/5, Jalan Kerikil No 11, Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Peristiwa terjadi sekitar pukul 17.30.
"Keduanya sedang memperbaiki pompa yang ada di sumur," kata Kapolsek Bandung Kulon, Kompol Kokon Sudrajat, melalui Panit satu Reskrim, Aiptu Sukma Jaya (Tribun, Senin 26/11/2012).
Menurut Sukma, keduanya meninggal diduga akibat terpeleset ketika sedang bekerja. "Korban ada yang di dalam dan ada yang di luar. Ketika terpelset korban yang di luar ingin membantu tapi ikut tercebur juga," katanya.
Korban yang bernama Davi alias Unyil (40) dan Unang (44) ini tewas diduga berbenturan dengan benda keras di ketika terperosok ke dalam sumur yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 15 m itu.
"Setelah terbentur mereka kemudian tenggelam ke dalam air," ujarnya. "Selain itu mereka juga diduga tewas karena menghisap gas yang keluar dari sumur itu."
Keduanya, lanjut Sukma, bukan merupakan warga Kota Bandung. Pekerja yang didatangkan itu berasal dari luar kota. Unyil berasal dari Tasikmalaya dan Unang berasal dari Kuningan.
Kadiskar Kota Bandung, Alwin Nasution, mengatakan bahwa sebenarnya ada tips sederhana bagi warga yang hendak turun ke sumur agar terhindar dari gas beracun. Pertama adalah dengan membuka sumur selama sehari semalam agar gas berancunnya keluar.
Sebelum turun, ikat anak ayam dengan tali, lalu turunkan ayam tersebut hingga ke dasar sumur. "Kalau ayam masih hidup saat ditarik ke permukaan berarti sumur aman. Tapi, kalau sebaliknya atau ayam mati saat diangkat ke permukaan, berarti sumur tersebut berbahaya dan kurang aman," ujarnya.
Cara sederhana lainya, lanjut Alwin, adalah dengan menyalakan lilin di dalam ember, lalu menurunkan ember tersebut menggunakan tali hingga ke dasar sumur. "Jika api padam, berarti di dalam sumur tersebut kurang oksigen atau hampa udara dan kita perlu waspada. Dalam kondisi ini, jangan sekali-kali nekat masuk ke dalam sumur.
Tapi, yang paling aman ya panggil kami lah, pemadam kebakaran untuk mengeceknya," kata Alwin.
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper