Aktifis Tolak Eksploitasi Lumba Lumba di Yogya
Jakarta Animal Aid Network (JAAN) bersama Animal Friends Jogja (AFJ), menolak eksploitasi lumba lumba di pentas sirkus satwa liar
Editor:
Budi Prasetyo
Laporan Wartawan Tribun Jogja /Hendy Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jakarta Animal Aid Network (JAAN) bersama Animal Friends Jogja (AFJ), menolak eksploitasi lumba lumba di pentas sirkus satwa liar yang diselenggarakan di Yogyakarta. Dua patung mamalia laut yang terlilit rantai menjadi simbol bahwa lumba lumba tidak dirampas kebebasannya.
"Dalam bulan ini ada dua pentas lumba lumba, yakni di Pasar Malam Sekaten dan Lapangan Denggung Sleman. Mereka dipaksa pentas sehari lima kali dalam waktu 58 hari dan 30 hari. Ini jelas bentuk penyiksaan dan sangat memalukan bagi kota pendidikan seperti Yogya," tandas Program Manager AFJ, Angelina Pane, saat menggelar aksi di depan komplek Kepatihan, Senin (10/12/2012).
Pada aksi ini, turut diputar video yang berisi kekejaman sirkus Lumba Lumba serta aneka satwa liar lainnya. "Kami mendesak pemerintah jangan lagi memberikan izin pentas seperti ini," kata Ketua JAAN, Pramudya Harzani. (*)
Baca Juga :
- Asyik Pesta Sabu-sabu Digrebek Polisi 12 menit lalu
- Ups! Orator HMI Salah Sebut Menteri yang Mengundurkan Diri 30 menit lalu
- Aceng Masuk Lewat Pintu Mana? 30 menit lalu
Baca tanpa iklan