Perbaikan Tiang Listrik Kok Dibebankan ke Warga
Warga di dua RT di Kecamatan Jambi Timur tepatnya di Lorong Gotong-royong Kasang Pudak mengeluhkan adanya iuran yang
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Warga di dua RT di Kecamatan Jambi Timur tepatnya di Lorong Gotong-royong Kasang Pudak mengeluhkan adanya iuran yang diminta oleh pengurus desa setempat. Dua RT tersebut adalah RT 25 dan RT 36 yang terpaksa membayar iuran Rp 5 ribu per kepala keluarga (KK).
Menurut informasi dari warga, dipungutnya uang tersebut adalah untuk melakukan perbaikan tiang listrik yang condong akibat terjangan angin.
Malam Jumat lalu itu ada angin, jadi tiang listriknya condong. Menurut pengurus RT, dia (ketua RT) sudah menghubungi PLN, katanya untuk dua tiang tersebut harus membayar Rp 3 juta rupiah. Jadi untuk mencukupi uang itu, kami disuruh iuran sebesar Rp 5 ribu per KK. Bila kurang, maka akan ditanggung RT,” kata warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Ia mengatakan, sebelum melakukan pembayaran warga di dua RT tersebut melakukan rapat. Namun tidak semua warga yang hadir di sana menyetujui hal itu.
Banyak yang keberatan. Setahu saya, tiang listrik itu tanggung jawab pihak PLN, bukan warga,” katanya.
Hal yang sama juga dijelaskan oleh warga RT 25. Dia mengatakan, iuran yang dilakukan tersebut dinilai sangat merugikan warga.
Warga mengatakan, jumlah iuran tidak banyak, namun jika dikumpulkan untuk dua RT tersebut, bisa mencapai jutaan rupiah.
Di dua RT ini ada sekitar 300 KK. Bayangkan, kalau semua bayar, maka pengurus RT akan mendapatkan uang yang banyak,” katanya.
Ketua RT 36 Warno mengatakan, iuran tersebut memang benar ada, namun menurutnya sebelum memutuskan hal itu, pihaknya telah melakukan rapat terlebih dahulu.
Kami tidak bisa juga menentukan sepihak. Dalam rapat kemarin, tidak ada warga yang keberatan,” kata Warno, melalui ponselnya, Senin (17/12/2012).
Dia mengatakan, iuran tersebut memang akan digunakan untuk memperbaiki tiang listrik yang condong. Memang selama tiang tersebut condong ia dan warga tidak pernah melapor kepada pihak PLN, karena ia sudah bosan. Sebelumnya pihaknya juga pernah mengalami kejadian yang serupa, dan empat hari kemudian PLN baru datang untuk membenahi tiang listrik yang condong tersebut.
Daripada nunggu lama, maka kami cari saja solusi yang bagus dengan meminta bantuan warga untuk melakukan sumbangan,” katanya.
Jika warga mengatakan biaya perbaikan Rp 3 juta dan warga diharuskan membayar Rp 5 ribu, menurut Warno pihaknya hanya membayar Rp 700 ribu untuk dua tiang. Dan warga dikenakan Rp 10 ribu per KK.
Kejadian condongnya tiang itu Jumat malam tanggal 14 Desember, dan tiang tersebut kita perbaiki pada Minggu 16 Desember oleh orang yang saya kenal. Dan setiap warga diharuskan membayar Rp 10 ribu. Rencana sisa uang tesebut akan masuk ke dalam kas RT untuk memperbaiki jalan lintas yang sudah rusak akibat banjir baru- baru ini, bukan masuk ke kantong pribadi kita,” jelasnya. (Tribun Jambi/zak)
Baca juga:
- Jalur Tanggamus Pesisir Barat Lampung Putus Total
- Cinta Ditangkap saat Fly bersama Teman Prianya di Kos
- Rombongan Petani asal Jambi Jalan Kaki ke Istana Negara
- Jangan Percaya Wafer Berhadiah Mobil Avanza
Baca tanpa iklan