Banjir di Bojonegoro Masih Genangi 17 Desa
Banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro mulai berangsur surut.
Editor:
Yulis Sulistyawan
Laporan Wartawan Surya, M Taufik
TRIBUNNEWS.COM, BOJONEGORO – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro mulai berangsur surut. Namun, hingga Jumat (4/1/2012) sore, terhitung masih terdapat 17 desa di 5 Kecamatan di Bojonegoro yang terendam air.
Yakni wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro, Kapas, Kanor, Balen dan Baureno. Di Kecamatan Kota, banjir menggenangi Desa Kalirejo, Semanding, Mulyoagung, Campurejo, Ledokwetan dan Ledokkulon. Sedangkan di Kecamatan Kapas ada dua desa yang kebanjiran, yakni Desa Bogo dan Bakalan.
Sementara di Kecamatan Balen, banjir merendam Desa Pilanggede, Sarirejo, Mulyorejo, Sekaranan, Kedungdowo, lengkong, Mulyoagung serta Desa Kedungbondo. Dan di Kecamatan Kanor, air luapang Bengawan Solo menggenangi Desa Pilang, Kanor, Canga’an, Gedungarum, Sarangan, Desa Piyak, Kabalan dan Desa Simbatan.
Untuk wilayah Kecamatan Baureno, banjir melanda Desa Gunungsari, Tulungagung, Bumiayu, desa tanggungan, Lebaksari, Trojalu, Kauman, Kedungrejo, Pucangarum, Karangdayu, Kalisari dan Desa Gajah.
“Dari lima kecamatan itu, data yang berhasil kita himpun, banjir paling parah terjadi di Kecamatan Kanor dan Kecamatan Baureno,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Kasiyanto.