Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tidak Dihinggapi Lalat, Ikan Berformalin Ancam Nagekeo

Ikan berformalin mengancam Nagekeo. Diduga berasal dari Makasar dan beredar di daerah-daerah Pantai Utara Nagekeo,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawati Pos Kupang, Adiana Ahmad

TRIBUNNEWS. COM, MBAY - -Ikan berformalin mengancam Nagekeo. Diduga berasal dari Makasar dan beredar di daerah-daerah Pantai Utara Nagekeo, hingga Kecamatan Boawae. Ikan berformalin sempat ditemukan di Kecamatan Nangaroro, akhir Desember 2012 lalu.

Indikasi adanya ikan berformalin beredar di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, pertama kali diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Yulius Lawotan, Rabu (3/1/2013). Lawotan mengungkapkan, pernah membeli ikan, namun ikan tersebut tidak dihinggapi lalat. Dirinya kemudian mendapat informasi, ikan yang tidak dihinggapi lalat diduga kuat berformalin.

Informasi tentang ikan berformalin ini sudah berkembang lama di Mbay. Namun karena pasokan ikan segar ke daerah itu sangat terbatas dan harga ikan segar lokal yang terus melambung, masyarakat tidak mempunyai pilihan lain selain membeli ikan asal Makassar.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, drg. Martha Lamanepa, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/1/2013), mengatakan, pada Desember 2012 menemukan ikan berformalin di Kecamatan Nangaroro. Pada tahun 2010, juga ditemukan kandungan formalin pada cumi-cumi yang dijual nelayan di Marapokot.

Martha mengungkapkan, pada umumnya para pedagang tidak mengetahui ikan yang mereka jual berformalin karena diambil dari orang lain. Untuk menekan penggunaan zat kimia berbahaya seperti formalin dan borax pada makanan, pemeriksaan harus dilakukan secara rutin. Namun karena keterbatasan anggaran, selama ini hanya dilakukan sekali dalam setahun. "Kalau anggaran memadai pemeriksaan bisa dilakukan tiga sampai empat kali dalam setahun. Dengan begitu kita bisa lebih cepat mendeteksi ikan atau bahan makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut," kata Martha. (dea)

Baca   Juga  :

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas