Banjir Rendam 160 Hektar Padi
Sekitar 160 hektar padi sawah berusia tiga minggu hingga satu bulan di persawahan Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah,
Editor:
Budi Prasetyo
* Laporan Wartawan Pos Kupang, Ginz Haba
TRIBUNNEWS.COM, OELAMASI--Sekitar 160 hektar padi sawah berusia tiga minggu hingga satu bulan di persawahan Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, terendam banjir, Minggu (13/1/2013).
"Semua areal sawah yang sudah ditanami padi terendam air setinggi setengah meter. Kalau hujan terus menerus, mau jadi apa sawah-sawah kami ini. Kami berharap ada pembangunan saluran pembuangan sehingga sawah-sawah di sekitar ini aman,' kata Moses Nuban, Ketua
Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Rindu Sejahtera, Moses Nuban, yang ditemui di persawahan Noelbaki, Minggu (13/1/2013) siang. Ia mengakui bencana ini berdampak menurunnya produksi padi hingga 50 persen dari delapan ton setiap hektar menjadi empat ton tiap hektar.
Ditanya tentang dampak banjir terhadap produksi padi nanti, Moses mengatakan, bencana ini akan berdampak pada produksi padi menurun hingga 50 persen. Pasalnya, demikian Moses, areal sawah yang sering terendam air banjir, panen satu hektar bisa menghasilkan delapan ton padi. Atas peristiwa bencana ini, lanjutnya, produksi padi bisa turun menjadi empat ton per hektar.
Moses yang ditemui di persawahan itu mengaku hampir semua areal persawahan terendam banjir dengan ketinggian air setengah meter. Luas keseluruhan lahan sawah tersebut mencapai 240 hektar dikelola lima kelompok tani dan satu P3A.
Lokasi sawah yang terendam banjir seluas 160 hektar. Padi pada lahan sawah yang terendam ini sudah berusia tiga minggu hingga satu bulan. Bencana ini, demikian Moses, akan berdampak pada produksi padi. "Kalau semua padi rusak pasti hasilnya berkurang. Saluran yang rusak ini harus segera diperbaiki. Kalau tidak semua sawah pasti gagal panen," katanya.
Menurut dia, meluapnya air di areal persawahan juga tidak terlepas akibat tidak adanya drainase di wilayah itu. Hal ini menyebabkan air hujan yang berasal dari wilayah pegunungan masuk ke sawah-sawah petani.
Moses menyayangkan sikap pemerintah daerah yang tidak memikirkan kondisi ini sehingga tiap tahun dampak banjir selalu diterima masyarakat setempat.
Pantauan Pos Kupang di persawahan Noelbaki Minggu siang, 160 hektar lahan irigasi yang sudah ditanami padi dan berusia tiga minggu hingga satu bulan berada di wilayah Dusun Dendeng, Desa Noelbaki, terendam air banjir setinggi lutut orang dewasa
Selain akibat air hujan yang mengalir dari dataran tinggi, jembolnya saluran irigasi di Bendungan Noelbaki, juga menyebabkan besarnya luapan air hujan yang menggenangi areal persawahan. Air meluap dari bendungan sangat deras.
Saluran irigasi besar yang sehari-hari mengari sawah tertutup karena rubuh. Kerusakan saluran mencapai 10 meter. Air yang mengalir dari gunung tertampung dan meluap ke arela persawahan. Selain itu, ketiadaan drainase di sepanjang jalan mengakibatkan aliran air meluap dari semua sisi tanpa pembuangan yang jelas.
Sebagian petani terlihat sibuk membersihkan saluran darurat yang dibuat sehingga air tidak terus masuk ke areal persawahan. Namun hal ini tidak begitu membantu karena derasnya air yang datang terus menyapu pematang sawah sehingga banjir yang melewati beberapa lokasi tidak bisa terhalang.
Beberapa petani lainnya yang ditemui terpisah mengeluhkan hal yang sama. Menurut mereka, banjir yang merendam areal persawahan karena ketiadaan saluran pembuangan.
Para petani hanya bisa pasrah dan mencari alternatif lain untuk membersihkan genangan air dengan usaha seadannya seperti membuka saluran darurat untuk mengaliri air yang masuk ke areal persawahan.
"Kami hanya gali tanah untuk alir air yang datang dari gunung. Kalau tidak palang air semua masuk ke sawah karena saluran pembuangan tidak ada," keluh Max Saudale, salah satu petani.
Max berharap pemerintah tanggap memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Juga membangun drainase agar luapan air hujan tidak lagi masuk ke areal persawahan. *
Baca Juga :
- Tanggul Kali Dengkeng Klaten Rusak di 27 Titik 9 menit lalu
- Kapolsek Ini Jadi Tersangka Penganiayaan 15 menit lalu
- Teten Masduki Ingin Hidupkan Kembali Padat Karya di Jabar 19 menit lalu
Baca tanpa iklan