Mabes Polri Duga Bom ATM Makassar Tak Terkait Teroris
Kepolisian memandang terlalu jauh bila pelemparan bom molotov terhadap ATM Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan, dikaitkan dengan pelaku
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian memandang terlalu jauh bila pelemparan bom molotov terhadap ATM Mandiri di Makassar, Sulawesi Selatan, dikaitkan dengan pelaku teroris yang belum lama ini diungkap Densus 88 Antiteror Polri di Makassar.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat ditemui wartawan termasuk di dalamnya tribunnews.com, mengungkapkan bahwa dari material bom yang ditemukan berbeda dengan bom-bom yang ditemukan kepolisian dari kelompok teroris yang ada di Makassar belum lama ini.
"Belum (ada kaitannya), masih terlalu jauh dengan dugaan ke sana, kita lihat beda kharakteristik dengan temuan yang ada di TKP. Kalau dengan yang sebelum diungkap kan itu bom rakitan, dengan menggunakan pipa, .ada zat kimia, detonator yang digunakan, batu batrai,. Dugaan sementara tidak berkaitan," ungkap Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2013).
"Sementara, dari lokasi peledakan ATM kepolisian menemukan botol minuman mineral yang diduga sebagai tempat penampungan bahan bakar bensin untuk bom molotov. "Iya diduga bom molotov," ujarnya.
Tidak ada korban dalam kasus tersebut. Kasus peledakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Mandiri di Komplek Bumi Khatulistiwa tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sulawesi Selatan, dini hari tadi, Senin (14/1/2013) ternyata bukan ditujukan untuk merampok uang yang ada di ATM.
Hal tersebut terlihat dengan tidak adanya kerusakan dari mesin ATM. Kerusakan hanya terdapat plafon, dinding, serta kaca ruang ATM tersebut.
"Tidak ada motif untuk mengambil uang, kita duga pelaku ingin melakukan pengerusakkan dari fasilitas ATM, sementa dua orang saksi sudah dimintai keterangan," kata Boy.
Saat ini tim Puslabfor Kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk meneliti pecahan benda-benda yang ditemukan di TKP.
"Saat ini tim Labfor cabang Makassar sedang meneliti dan memeriksa kerusakan yang ada, plafon, kaca pecah, dan saat ini melakukan pemeriksaan keterangan dari security," ungkapnya.
Terang Boy, kejadian sekitar pukul 01.40 WIB, awalnya kejadian diketahui seorang satpam yang mendengar suara cukup keras.
"Satpam menduga adanya suara kecelakaan mobil, namun saat di lihat kondisi dari ATM dari Bank Mandiri, dalam keadaan kaca pecah dan terbakar, kemudian petugas security berusaha memadamkan, kemudian di laporkan ke petugas Polrestabes Makassar," ungkapnya.
Baca tanpa iklan