Sekolah di Garut Mulai Tinggalkan Sistem Bilingual
Setelah pencabutan status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), sejumlah sekolah di Kabupaten Garut mulai meninggalkan sistem
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Setelah pencabutan status Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), sejumlah sekolah di Kabupaten Garut mulai meninggalkan sistem bilingual pada kegiatan belajar-mengajarnya.
Wakil Kepala SMPN 1 Garut Bidang Kurikulum, Witono, mengatakan penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah mulai dihentikan, Senin (14/1/2013). Sosialisasi ini pun telah dilakukan terhadap para guru dan sebagian pelajar.
"Yang paling menonjol dari RSBI memang penggunaan Bahasa Inggris-nya sebagai bahasa pengantar di kelas. Dan sepertinya langkah ini yang paling mudah dilakukan pertama. Sekolah memang belum bisa berubah secara keseluruhan karena masih menunggu perintah dari Kemendikbud juga," ujar Witono saat ditemui Tribun Jogja (Tribunnews Network) di SMPN 1 Garut, Senin (14/1/2013).
Menurut Witono, materi mengenai penerapan Bahasa Inggris pada pelajaran Fisika, Biologi, dan Matematika pun dihapus. Namun jam pelajaran materi ini diganti dengan materi penerapan teori Fisika, Biologi, dan Matematika, pada materi prakteknya.
"Jadi, jadwal pulang tetap sama seperti sebelum status RSBI dicabut. Kualitas kegiatan belajar-mengajar tetap sama. Masih pakai power point dan internet. Kualitas guru dan yang lainya pun tetap sama. Cuma konten bahasa saja," ucapnya.
Hal senada diungkapkan Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin. Johar mengatakan tidak terjadi perubahan signifikan pada kurikulum sekolahnya setelah status RSBI dicabut. Sekolahnya tetap menjaga kualitas pendidikan.
"Paling penggunaan Bahasa Inggris saja yang sekarang tidak terlalu intens dilakukan di kelas. Pembelajaran Bahasa Inggris tetap sesuai standar karena sekolah harus tetap mencetak pelajar berkualitas yang siap kerja. Kalau lamanya kegiatan belajar ya tetap sama," kata Dadang.
Dadang pun mengatakan masih menunggu keputusan Kemendikbud mengenai pencabutan status RSBI. Dadang mengatakan para pelajar dan orang tua pelajar tidak usah resah dengan pencabutan status ini. Sebab, sekolah akan tetap memberikan pendidikan dengan kualitas terbaik. (Sam)