Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2 Pasien Suspect Difteri Diisolasi di RSUD Bangkalan

Setiba di UGD, kami langsung putuskan dirawat di ruang isolasi sesuai standar pelayanan difteri

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan dari Ahmad Faisol  wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,BANGKALAN - Dua pasien suspect difteri menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Irna B RSUD Syamrabu Bangkalan. Keduanya, Musfiqoh (14), warga Desa Maneron Kecamatan Sepuluh dan Sumiati (30), warga Dusun Lancang Desa Tengket Kecamatan Arosbaya.

"Setiba di UGD, kami langsung putuskan dirawat di ruang isolasi sesuai standar pelayanan difteri. Karena penyakit ini sangat menular. Tidak sembarangan bisa besuk," tutur Dirut RSUD Syamrabu Bangkalan drg Yusro, Kamis (24/1/2013).

Ia menjelaskan, segala penyakit menular termasuk difteri tidak dipungut biaya karena sudah ditangguh pemerintah. "Penyakit (difteri) ini digratiskan karena sudah ditanggung negara," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Ahmat Azis mengemukakan, masyarakat diminta segera melaporkan jika ditemukan warga atau sanak keluarga yang mengalami nyeri telan.

"Kami curiga itu suspect difteri. Langsung bawa ke rumah sakit dan langsung kami tangani seperti halnya penderita psitif difteri," ungkap manta Wadirut RSUD Bangkalan itu.

Guna menekan meluasnya difteri, lanjutnya, pihak dinkes terus melakukan pemantauan terhadap keluarga dan warga di sekitar rumah pasien difteri.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami akan memberi suntikan ADS (anti disfteri serum). Dalam satu bulan ini, sudah tujuh pasien suspect difteri," pungkasnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas