Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nelayan Hilang di Perairan Selat Makassar

Warga Desa Muara Telake Kecamatan Long Kali, Senin, masih dihebohkan dengan upaya pencarian

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Sarassani

TRIBUNNEWS.COM, TANA PASER - Warga Desa Muara Telake Kecamatan Long Kali, Senin (28/1/2013), masih dihebohkan dengan upaya pencarian Rasyid (55 tahun), nelayan yang hilang di perairan Selat Makassar saat melaut mencari ikan.

Hilangnya nelayan ayah dari dua anak ini seperti diinformasikan H Bahruddin, Warga Desa Muara Telake. "Pagi kemarin (Minggu,27/1/2013-red) Beliau (Rasyid) berangkat melaut mencari ikan, siangnya salah satu nelayan meliat ada perahu berputar-putar, ternyata kapal itu milik Rasyid dan Beliau tak ada di perahunya," katanya Bahruddin.

Sejak saat itu, upaya pencarian dilakukan oleh warga setempat, sorenya Rasyid belum juga ditemukan dan upaya pencarian dihentikan. "Hari ini pencarian dilakukan kembali, selain warga setempat, upaya pencarian juga dilakukan Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser," sambungnya.

Dikatakan, peristiwa hilang nelayan saat melaut seperti ini bukan hal baru bagi masyarakat Desa Muara Telake. Pasalnya, beberapa nelayan Desa Muara Telake sebelumnya juga mengalami nasib yang serupa. Seperti, Toni, Acong, Ulil, Udin dan lainnya. "Dulu juga pernah terjadi, kalau nda salah sudah ada enam orang yang hilang, tau-tau kapalnya saja yang ditemukan," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Paser Sudianto mengatakan kalau BPBD Paser telah menerjunkan dua regu Tim SAR untuk melakukan pencarian, dimana masing-masing regu beranggotakan 13 orang. Sudianto menyayangkan lambatnya informasi nelayan hilang yang diterima BPBD Paser.

"Tadi malam sudah berangkat ke Long Kali, guna melakukan pencarian dari pagi, dan barusan kita kirim lagi satu regu lagi untuk menggantikan tim yang sekarang melakukan pencarian. Cuma kita sayangkan lambatnya informasi kejadian ini, peristiwa terjadi pukul 10.00, kita dikabari pukul 18.00. Semakin lambat upaya pencarian, semakin luas area pencarian," terangnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ditambah dengan cuaca yang kurang mendukung akhir-akhir ini, tambah Sudianto, seperti angin kencang dan tingginya gelombang, semakin mempersulit upaya pencarian. "Informasinya kan Beliau tercebur, tentu sekarang sudah terseret jauh oleh arus, sehingga area pencarian pun semakin luas," tambahnya. 

Baca juga:

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas