Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelajar MAN 1 Malang Demo, Tuntut Kepsek Mundur

"Sebetulnya keluhan lain sudah banyak, puncaknya ya rencana kenaikan SPP itu," kata dia diamini puluhan temannya, Kamis (31/1/2013).

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan dari Dwi pramesti wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Tuntut kepala sekolah (kepsek) mundur, ratusan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 menggelar demo di halaman sekolah sejak pukul 08.00 WIB.

Sedikitnya 11 tuntutan yang diajukan mereka untuk kepsek Zainal Mahmudi yang sayangnya sejak pagi hingga siang tadi tidak berada di sekolah.

Salah satu siswa kelas 10 Affanda mengaku, demo yang menuntut penurunan jabatan kepsek ini dipicu oleh rencana kenaikan SPP yang dilakukan secara sepihak.

"Sebetulnya keluhan lain sudah banyak, puncaknya ya rencana kenaikan SPP itu," kata dia diamini puluhan temannya, Kamis (31/1/2013).

Tuntutan para pelajar yang dikoordinir oleh OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) itu mengacu pada transparasi dana.

"Kami bayar uang gedung yang jumlahnya tidak sedikit, tapi uangnya kemana? Sebab sampai saat ini ada 2 kelas bocor dan aula bocor, wastafel tidak nyala, kran air di kamar mandi mati, pembangunan masjid nggak jadi-jadi. Ini malah mau menaikkan SPP," keluh Sufi.

Rekomendasi Untuk Anda

Uang gedung yang ditarik tak kurang dari Rp 6 juta, uang SPP kelas reguler Rp 150.000 per bulan (akan dinaikkan menjadi Rp 200.000) dan SPP kelas RMBI (Rintisan Madrasah Bertaraf Internasional) Rp 400.000 per bulan dan akan dinaikkan menjadi Rp 500.000 per bulan.

Sejak pagi tampak tidak ada kegiatan belajar mengajar di MAN 1, sebagian guru memilih pulang dan murid-murid ada yang terpaksa bertahan di dalam sekolah karena pintu gerbang sekolah dikunci.

Namun, sebagian lagi para siswa rela memanjat tembok untuk keluar dari sekolah dengan mengendap-endap.

Salah satu satpam MAN 1 Indra Hermawan langsung berkomentar ketus pada wartawan yang mencoba mengonfirmasi pada pihak sekolah.

"Tamu tidak boleh masuk sampai ada instruksi. Kepseknya belum datang," tegasnya.

Ozi, siswa kelas XII mengaku demo ini sudah disepakati bersama dalam bentuk tandatangan bersama di atas kertas.

"Uneg-unegnya sudah lama, sekarang aja baru berani demo," ujarnya.

Menurut Ozi, perwakilan OSIS sudah mengadukan hal ini ke Depag Kota Malang.

"Tadi teman-teman langsung ke Depag menyodorkan tuntutan. Percuma saja pihak sekolah tidak mampu lagi menampung aspirasi kami.

Meskipun ada kotak saran tapi yang ditanggapi hanya masalah-masalah kecil misalnya mengapa guru A atau B mengajarnya tidak enak. Kalau mengritik atau bertanya soal transparasi dana pasti diabaikan," jelasnya.

Sementara itu, sekitar 14 orang dari anggota Polsek Lowokwaru berjaga-jaga sejak pagi di depan sekolah.

"Untuk antisipasi saja, kalau-kalau terjadi kerusuhan," kata B Prasetyo Wibowo.

Pagar sekolah baru dibuka saat jam pulang sekolah di atas jam 12.

Sementara itu, kepsek Zainal Mahmudi maupun humas MAN 1 Nur yang berusaha dikonfirmasi wartawan via telepon berkali-kali langsung me-reject panggilan.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas