Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

KNPI: Stop Kekerasan Terhadap Warga Sipil

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Taufan E.N Rotorasiko prihatinan atas jatuhnya korban

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Taufan E.N Rotorasiko prihatinan atas jatuhnya korban dari warga sipil dalam penembakan oleh Kepolisian di Desa Kintom Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, Sabtu (2/2/2013) malam.

"Praktik kekerasan terhadap warga sipil yang dilakukan tidak bisa ditolerir. Stop  kekerasan dan penembakan terhadap warga sipil oleh Polri," kata Taufan dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Senin (4/2/2013).

Ten begitu biasa disapa, menuntut agar peristiwa tersebut diusut tuntas dan diproses secara hukum. Pasalnya, kata Ten, efek dari kekerasan yang dilakukan oleh aparat Polri di Banggai tidak hanya menimbulkan kerugian materi tapi juga kerugian psikis masyarakat.

Dalam rilis dipaparkan, sebelumnya pada Sabtu (2/2) seorang pekerja atas nama Solihin Noho, yang juga pengurus KNPI Banggai bekerja sebagai operator Bomak yang sedang memperbaiki jalan poros Toili.

Karena jalan tersebut sementara diperbaiki, Solihin memberi aba-aba kepada setiap pengendara yang lewat agar tidak melaju. Saat itu melintas rombongan dari kepolisian dimana diantaranya ada Kapolres Banggai AKBP Adrianto Jossy Kusumo beserta lima orang anggota turun dari mobil.

Solihin Noho diminta untuk turun dari atas Bomak. Sempat terjadi adu mulut dan  pemukulan terhadap Solihin. Solihin Noho dibawa ke Polsek Batui. Mendengar Solihin dibawa polisi, warga dan pekerja proyek perbaikan jalan mendatangi Polsek Batui untuk meminta Solihin dibebaskan dan akhirnya Solihin dibebaskan.

Setelah Solihin dibebaskan warga Desa Kintom berkumpul di Jembatan Kintom, Desa Uling dan melakukan pemblokiran jalan yang menghubungkan wilayah Toili dan Kota Luwuk. Massa mencegat setiap mobil yang masuk dan keluar. Pemblokiran dimaksudkan untuk menghadang kapolres Banggai dan rombongan yang hendak pulang dari Toili. 

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak lama kemudian, rombongan Kapolres Banggai tiba di Desa Uling sekitar pukul 19.00 Wita. Warga yang telah bersiaga, kemudian melempari batu kearah rombongan. Rombongan Kepolisian membalas lemparan tersebut dengan tembakan, yang  mengenai seorang perempuan bernama Irma.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas