Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

8 Pengurus PAN di Batanghari Mengundurkan Diri

Bermula dari undangan makan siang bersama di Rumah DPD PAN Batanghari, Kamis

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, MUARABULIAN -- Bermula dari undangan makan siang bersama di Rumah DPD PAN Batanghari, Kamis (7/2/2013), suasana mendadak menjadi haru. Dengan berlinang air mata, Ketua DPD PAN Batanghari Sinwan SH menyatakan mundur dari jabatannya. Pernyataan itu diikuti oleh tujuh pengurus DPC PAN lainnya.

Tepat pukul 13.00, setelah dibuka oleh Sekretaris DPD PAN Batanghari Nazaruddin, acara diserahkan kepada Ketua DPD PAN Batanghari. Suasana menjadi sunyi sejenak.

Hanya suara berat yang keluar dari Sinwan terdengar dari pengeras suara. Wartawan yang semula hanya menyimak dari belakang, langsung mendekat. "Dengan berat hati dan penuh rasa, serta permohonan maaf, saya hari ini di hadapan seluruh pengurus DPD dan DPC PAN menyatakan mundur dari jabatan dan kader Partai PAN," kata Sinwan SH.

Dalam penjelasan selanjutnya, diungkapkan dirinya dengan pengurus partai sudah tidak satu persepsi. Menurutnya, di dalam dunia politik, khususnya mendekati Pemilu 2014 mendatang, soliditas partai harus dijaga dan tetap dalam satu persepsi.

Berdasarkan alasan tidak satu persepsi Sinwan menyatakan mundur diri dari PAN. Mundurnya Sinwan diikuti tujuh pengurus DPC PAN Batanghari. "Kalau sudah tidak satu persepsi untuk apa lagi saya ada di partai ini," tegasnya.

Saat menyampaikan itu, sempat beberapa kali Sinwan menghela napas berat. Bahkan dirinya meminta maaf sejenak untuk menenangkan diri. Diteguknya teh botol yang berada di hadapannya.
Dalam kesempatan itu, Sinwan mengaku tidak pantas untuk mengungkapkan alasan pengunduran dirinya. Sinwan mengarahkan hal tersebut untuk ditanyakan langsung kepada DPW PAN atau perwakilan PAN di DPP.

"Saya merasa tersakiti dengan kebijakan ini. Kami yang memulai semuanya dari nol di Batanghari ini tiba-tiba diperlakukan sepihak seperti itu. Seolah kami ini tidak berarti sama sekali," kata Sinwan.
Usai Sinwan mengungkapkan pengunduran dirinya, Baharuddin Ketua DPC PAN Muara Tembesi langsung menanggapi bahwa dirinya juga ikut mengundurkan diri. Bahkan dirinya akan mengikuti kemanapun Sinwan akan bernaung.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebelum Ketua DPD mengundurkan diri, saya sudah lebih dahulu mengundurkan diri. Dan saya akan mengikuti kemanapun Pak Sinwan akan bergabung," ujar Baharuddin.

Bukan hanya itu, Baharuddin juga berniat untuk mencabut dan menarik kembali semua atribut dan KTA PAN yang berada di konstituen mereka.

Pernyataan Baharuddin juga diikuti oleh Hendra Herianto Ketua DPC PAN Muara Bulian. Akan tetapi Ketua DPC Muara Bulian ini lebih kalem meskipun di kantung matanya sudah menggenang air mata.
Akhirnya alasan pengunduran diri itu sedikit terkuak dari pengakuan wakil DPD PAN Batanghari, Nurman Effendi. Dikatakannya dirinya berkeberatan dengan kebijakan yang diambil pengurus di atas DPD PAN Batanghari terkait peleburan PAN dan PBR.

Menurutnya selama ini belum ada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terhadap peleburan eks-kader partai PBR ke dalam kepengurusan PAN.

"Sudah terlalu jauh mencampuri urusan DPD. DPD memiliki hak mengatur rumah tangga sendiri. Selama ini kami menunggu juklak dan juknis peleburan PBR. Akan tetapi itu tidak pernah ditanggapi. Dan malah muncul paksaan seperti itu," ujarnya.

Sinwan tetap tidak mengungkapkan persoalan apa yang disebabkan oleh pengurus PAN di atas DPD PAN Batanghari sehingga hal tersebut dianggap sebagai pelangkahan kewenangan pengurus DPD PAN Batanghari.

Sinwan hanya memerintahkan sekretaris DPD PAN Batanghari untuk segera membuat dan mengirimkan surat pengunduran dirinya secara resmi ke DPW PAN. Terkait pemunduran ketujuh DPC PAN di Batanghari, diakui bukan atas bujuk rayu dirinya. Akan tetapi bila mereka mundur mengikuti dirinya, maka akan dijamin upaya mereka yang akan bertarung pada pemilu legislatif 2014.

Lepas pernyataan itu, Sinwan tidak mau tahu lagi urusan partai PAN soal daftar calon sementara yang akan dikirim ke KPUD pada tanggal 9 April mendatang.

"Pasca-saya mundur semua saya serahkan kepada DPW pihak yang telah memilih saya menjadi Ketua DPD PAN Batanghari," ungkapnya.

Dirinya juga meminta waktu seminggu untuk vakum berpolitik dan memohon petunjuk kepada Tuhan guna menentukan arah politik mana yang terbaik selanjutnya untuk menjadi tempat berlabuh.
"Saya akui politik itu lebih kejam dari pembunuhan. Tapi tetap ada aturan dan etikanya. Kalau sudah tidak ikut aturan dan tidak beretika, kenapa lagi kita ikuti," ujarnya.

Ketujuh DPC yang juga menyatakan mengundurkan diri dari DPD PAN Batanghari antara lain, DPC PAN Muara Tembesi, Muara Bulian, Pemayung, Bajubang, Marosebo Ilir, Marosebo Ulu, Mersam. Hanya satu DPC yang belum diketahui keputusannya ikut mundur atau tidak.

Penelusuran Tribun diperoleh keterangan dari pihak kader PBR bahwa mereka baru melakukan bimbingan teknis di DPP PBR pusat. Kemudian mereka yang masih ingin bertarung diminta berangkat ke Jakarta dan mengambil formulir ke DPP PAN Pusat.

Pihak yang tidak berkenan dituliskan namanya ini mengakui kepada Tribun bahwa beberapa hari lalu mereka melakukan bimbingan teknis ke Jakarta. Namun, di samping itu mereka juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke DPP PAN dan membicarakan persoalan peleburan PAN dan PBR.

Lantas, dirinya belum menyatakan bersedia maju dari PAN atau tidak. Hanya saja dirinya memang berkeinginan untuk maju dari partai PAN sebagaimana amanat partai yang telah membesarkannya di PBR. (Tribun Jambi/dun)

Baca juga:


Sumber: Tribun Jambi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas