Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pipa PDAM Salah Satu Kendala Atasi Banjir

Salah satu kendala penanganan banjir di Samarinda adalah adanya pipa - pipa PDAM yang melintang di sepanjang alur proyek.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM SAMARINDA,  -  Salah satu kendala penanganan banjir di Samarinda adalah adanya pipa - pipa PDAM yang melintang di sepanjang alur proyek. Demikian dikatakan Konsultan Manajemen Konstruksi Bidang Sumber Daya Air, Dinas PU Kaltim, Eko Wahyudi kepada Tribun, Kamis (21/2/2013).

Eko memaparkan, dari empat sistem pengendalian banjir, mulai dari sistem Karang Mumus, Samarinda Seberang, Karang Asam Besar, hingga Karang Asam Kecil semuanya terbentur masalah adanya pipa - PDAM. Saat ini menurutnya, penanganan banjir dibagi 3 bagian yakni di bagian hulu, tengah dan hilir. Untuk hulu air ditampung sebanyak mungkin, tengah membuat penampungan air (folder) dan ilir pemotongan air ke folder.

Eko mencontohkan, folder gang Indra di Jl P Antasari yang hingga saat belum bisa difungsikan. Padahal menurutnya, pompa dan penampungan sudah tidak ada masalah. Itulah menurutnya yang menjadi penyebab kenapa hingga kini masalah banjir di Antasari belum tuntas.

"Bendungan yang diatas, di HM Ardans pelimpahan air dari tampungan di atasnya belum selesai. Normalisasi sungai Air Putih belum diapa-apakan malah. Folder gang Indra, sampai sekarang belum bisa dioperasikan. Sementara pompa sudah bisa difungsikan penampungan ada masalahnya adalah outlet (saluran keluar air) yang belum bisa dibenah," katanya.

Selain Jl P Antasari, hal yang sama juga menurutnya menjadi penyebab banjir di perempatan Sempaja dan kawasan Vorvo tak kunjung selesai.

"Yang di air Hitam pipa PDAM juga.Makanya di Air Hitam tidak bisa memompa banyak, sedikit - sedikit," katanya

Rekomendasi Untuk Anda

Dikatakannya, kesepakatan untuk pemindahan pipa di tingkat direktur tidak ada masalah. Namun hal itu tidak bisa terealisasi hingga saat ini.

"Kesepakatan di tingkat direktur itu gampang. Perempatan Sempaja, Air Hitam sudah 6 bulan ditangani hasilnya seperti itu saja karena pipa itu. Vorvo, kita siap cuma masalah PDAM dan lagi - lagi PDAM. Kalau PLN terkait listrik, kita garuk putus orangnya datang langsung sambung. Tapi kalau PDAM, kita garuk pecah masyarakat masalahnya. Di empat sistem, Karang Asam Besar, Kecil, Karang Mumus Samarinda Seberang semua ada PDAM," katanya.

Baca  Juga  :

Sumber: Tribun Kaltim
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas