Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pupuk Bersubsidi Dijual Ilegal

Saat ini, penjualan pupuk bersubsidi mulai dilakukan secara ilegal. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kupang, Minggu (24/2/2013) menahan satu unit truk

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Pos Kupang, Ginz Haba

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Saat ini, penjualan pupuk bersubsidi mulai dilakukan secara ilegal. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kupang, Minggu (24/2/2013) menahan satu unit truk pengangkut pupuk bersubsidi.

Pengemudi bersama truk bermuatan pupuk bersubsidi tersebut ditahan saat hendak dijual eceran tanpa izin di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang.

Kasubag Humas Polres, Ipda Marsudi, yang dikonfirmasi, Senin (25/2/2013), membenarkan adanya penahanan truk bermuatan pupuk bersubsidi tersebut. Ia menceritakan, penahanan truk bermuatan pupuk bersubsidi tersebut bermula ketika pupuk yang diangkut hendak dijual kepada warga setempat dengan harga Rp 120.000 per karung.

Dijelaskannya, penangkapan truk yang membawa pupuk itu berawal dari laporan masyarakat karena pupuk-pupuk itu dijual tanpa melalui distributor yang jelas. Pupuk yang ada dibawa dari Bena, Kabupaten Timor Tengah Selatan(TTS) yang hendak didistribusikan ke wilayah SoE. Anehnya, mereka justru membawa pupuk pupuk tersebut untuk dijual di wilayah lain.

"Kami masih selidiki dan periksa sopirnya. Mereka mengaku hanya disuruh menjual oleh pengecer ke wilayah situ," jelas Marsudi.

Menurut Marsudi, pengemudi truk bernama Sulaiman Sui, saat diambil keterangannya, mengatakan, pupuk bersubsidi ini didapat dari pengecer di Bena bernama Lukas. Namun mereka nekat menjual pupuk-pupuk itu tanpa melalui distributor ke daerah yang bukan menjadi sasaran penjualan karena menguntungkan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami masih periksa pengemudi dan satu anak buah yang ikut menjual menggunakan truk. Ada indikasi penyelundupan pupuk-pupuk yang ini ke wilayah lain," tegas Marsudi.

Nelson Anin salah satu warga Noelbaki yang mengetahui penjualan itu, mengaku, hanya melihat sebuah truk yang ditutupi terpal masuk ke wilayah Tilong. Saat itu, Anin yang juga petani mengetahui adanya penjualan pupuk jenis Urea di sana. Menurut dia, selama ini pupuk hanya disalurkan melalui distributor, tetapi anehnya yang terjadi justru pupuk bersubsidi.

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas