Petani Sidrap Pilih Mobil Pemotong Padi
Kehadiran mobil pemotong padi, di Kabupaten Sidrap, ternyata mendapatkan sambutan baik dari kalangan petani.
Editor:
Johnson Simanjuntak
Laporan wartawan Tribun Timur, Ali
TRIBUNNEWS.COM, SIDRAP - Kehadiran mobil pemotong padi, di Kabupaten Sidrap, ternyata mendapatkan sambutan baik dari kalangan petani.
Hal ini dikarenakan, biaya yang digunakan untuk memotong padi, dengan menggunakan mobil pemotong, lebih murah, ketimbang menggunakan tenaga manual, atau yang dikenal dengan dros.
Hal tersebut diungkapkan oleh Amir, salah seorang petani di Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, Sabtu (9/3/2013).
"Jika hasil panen untuk satu petak sawah, berisi sepuluh karung gabah, maka pemilik mobil mendapatkan satu karung. Beda jika manusia yang mengerjakan, biasanya lebih mahal," kata Amir
Menurut Amir, selain lebih murah, pekerjaan juga lebih cepat, karena menggunakan mesin.
"Lebih cepat pak, dibanding dros. Biayanya juga berbeda. Kalau dros menggunakan sekitar 50 orang, sementara mobil pemotong hanya tujuh orang, yang terdiri dari supir, dan oprator lainnya," kata Amir.
Tak hanya cepat, dan murah, kelebihan mobil pemotong padi juga lebih bersih ketimbang tenaga manual.
"Kalau mobil pak, tidak ada yang disisakan, lain halnya kalau tenaga manual, banyak bulir padi yang terbuang," lanjut Amir.
Klik: