Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tegur Guru yang Parkir Sembarangan Siswa SD Dipukul

Fikri Junianto (11), siswa SDN 4 Trebungan, Mangaran, Situbondo, Jawa Timur dipukul oknum guru SDN 1 Trebungan berinisial HY.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Gusti Sawabi

Tribunnews.com, Situbondo -- Fikri Junianto (11), siswa SDN 4 Trebungan, Mangaran, Situbondo, Jawa Timur dipukul oknum guru SDN 1 Trebungan berinisial HY. Fikri dipukul karena menegur pelaku yang memarkirkan sepeda motor sembarangan.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, aksi kekerasan terhadap Fikri terjadi di hadapan teman-teman sekelasnya saat berolahraga bersama, Kamis (14/3/2013). Peristiwa pemukulan itu bermula ketika HY baru datang dan memarkir sepeda motornya di lapangan tempat korban bersama temannya berolahraga praktik lompat jauh.

Karena para siswa itu merasa terganggu dengan keberadaan motor HY, Fikri dan temannya mendekati dan meminta agar oknum guru tersebut tidak memarkir sepedanya di halaman tempat mereka berolahraga. Diduga merasa tersinggung, HY langsung menampar wajah Fikri tepat mengenai telinga bagian bawah. Akibat kerasnya pukulan, telinga bawah korban menjadi memar, dan menyebabkan pendengaran korban terganggu.

Mendapat perlakuan kasar dari seorang guru SDN Trebungan 1, akhirnya korban melapor ke gurunya di SDN 4 Trebungan. Korban bersama keluarganya langsung melaporkan guru tersebut ke Kepolisian Sektor Mangaran.

Salah seorang teman sekolah korban, SB mengaku dirinya sempat mendengar bahwa saat itu HY sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. "Masak pak guru itu bilang, 'saya tidak takut ke bapakmu'," kata SB menirukan oknum guru tersebut.

Data yang dikumpulkan Kompas.com, gedung SDN 4 dan SDN 1 Trebungan berdiri pada satu lahan tanpa adanya sekat atau tembok penghalang, sehingga tempat bermain dan beriolahraga untuk siswa harus bergantian.

Oknum guru tersebut dikenal di sekolah itu dengan sifatnya yang keras. "Seperti yang tempramen itu orangnya. Karena ditampar, Fikri trauma masuk sekolah," kata salah seorang guru SDN 4 kepada wartawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, setelah mendapat laporan penganiayaan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang melihat pemukulan di halaman sekolah tersebut.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas