Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Syahrul: Kemiskinan Lawannya Keterampilan

masalah sosial yang kerap terjadi di masyarakat, harus diatasi dengan mendorong agar masyarakat memiliki keterampilan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Timur/ Rudhy

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR, -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, masalah sosial yang kerap terjadi di masyarakat, harus diatasi dengan mendorong agar masyarakat memiliki keterampilan dan keahlian. Menurutnya, kemiskinan terjadi karena masyarakatnya tidak memiliki pendapatan akibat tidak adanya keahlian.

"Kenapa masih banyak masyarakat berada di garis kemiskinan, karena mereka tidak punya keterampilan. Inilah yang harus didorong bersama. Kemiskinan itu hanya bisa dilawan dengan keterampilan," kata Syahrul, pada Rapat Koordinasi Pengembangan Sumber Daya Manusia & Pembangunan Kesejahteraan Sosial Wilayah Regional V Sulawesi, di Hotel Horison, Makassar, Selasa (26/3).

Syahrul mengungkapkan, tugas pemerintah adalah mendorong agar masyarakat memiliki keterampilan. Karena itu, training harus diperbanyak dan manajemen agenda harus semakin kuat.

"Perbanyak training dan bagaimana mainset kita untuk menangani masalah ini adalah yang sangat menentukan," ujarnya.

Sementara, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Masyarakat (PMKS) harus dimanusiakan. PMKS antara lain, lansia terlantar, anak jalanan, pengamen, hingga pengemis.

"Kita harus menciptakan pelayanan one top servis. Artinya, kita ingin PMKS ini dimanusiakan," kata mantan Bupati Gowa dua periode ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Salim Segaf menegaskan, golongan PMKS, khususnya anak jalanan, tidak boleh ditangani Satpol PP tapi oleh pekerja sosial agar tidak melanggar hak asasi. Dia mencontohkan, peristiwa anak jalanan yang lari ketakutan dikejar Satpol PP hingga melompat ke sungai padahal anak tersebut tidak bisa berenang sehingga berujung pada kematian.

"Penanganan PMKS ini harus melibatkan seluruh stakeholder, tidak hanya pemerintah, tapi juga perguruan tinggi," terang Syahrul yang juga Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). (Rud)

Baca  Juga  :

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas