Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mayat Santri di Pamekasan Ditemukan Tewas Mengambang

Saat ditemukan, kondisi korban cukup memprihatinkan. Sebagian kulitnya melepuh dengan perut kembung

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Surya, Muchsin

TRIBUNNEWS.COM,PAMEKASAN - Setelah terseret arus selama 32 jam, akhirnya Akhmad Fawaidul Haki (17), santri sebuah pondok pesantren (Ponpes), di Kecamatan Palenga'an, Pamekasan, ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (28/3/2013), sekitar pukul 23.30, WIB.

 Korban Akhmad Fawaidul, siswa kelas II madrasah aliyah (MA), asal Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, mayatnya ditemukan mengambang di sungai Brumbung, Dusun Naderen, Desa Angsana, berjarak 2 km ke arah selatan lokasi terseretnya arus sungai.

Saat ditemukan, kondisi korban cukup memprihatinkan. Sebagian kulitnya melepuh dengan perut kembung, akibat terlalu lama terendam air.

Begitu juga dadanya luka lecet dan kepala bengkak. Sedang bajunya compang-camping, diduga tersangkut ranting pohon dan bebatuan di dasar sungai.

Malam itu, sebelum jenazah korban dibawa pulang keluarganya ke kampung halamannya di Tanjung Bumi, Bangkalan, jenazahnya disemayamkan di komplek ponpes dan dimandikan terlebih dulu.

Sejumlah, santri teman korban dan pengurus ponpes yang ditemui wartawan memilih bungkam tidak mau menjelaskan.
Begitu juga, ketika wartawan hendak mengambil gambar jenazah korban dan suasana duka di ponpes, dilarang pengurus ponpes.

Rekomendasi Untuk Anda

 
“Kami mohon wartawan tidak mengambil gambar jenazah korban. Biar tidak menambah beban kami. Tolong dimengerti, sekarang kami dalam keadaan berduka,” kata salah seorang pengurus ponpes.

Sebelum ditemukan, sejak korban dinyatakan hilang terseret arus sungai, santri dan pengurus ponpes dibantu masyarakat, aparat kepolisian dan Satpol PP melakukan penyisiran di sepanjang sungai hingga ke sungai Gera Manjeng, Jl Teja, berjarak 20 km dari lokasi tenggelamnya korban.

 
Dengan menggunakan lampu senter dan petromaks, warga yang menyusuri tepian sungai, tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya tubuh korban ke permukaan air. Lalu warga bersama aparat mengevakuasi tubuh korban.

Kapolsek Palengaan AKP Sudarisman, kepada Surya, mengatakan, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tewas dengan kulit melepuh dan dada luka serta kepala membengkak.

“Tadi malam, setelah korban dimandikan di ponpes, langsung dibawa pulang keluarganya,” kata kapolsek.

Seperti diberitakan, Akhmad Fawaidul Haki (17), terpeleset di pinggir sungai dan terseret arus di belakang pondoknya, saat korban membuang sampah.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas