Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jembatan Penghubung Desa di Garut Ambruk, Pelajar Sulit Sekolah

Jembatan itu merupakan akses jalan bagi para siswa dan warga setempat

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Puluhan pelajar asal Desa/Kecamatan Pasirwangi, Garut, terhambat pergi ke sekolahnya akibat sebuah jembatan penghubung antar-desa melalui Jalan Raya Pasirwangi, ambruk terbawa arus sungai sejak Minggu (31/3/2013) malam. Jembatan itu merupakan akses jalan bagi para siswa dan warga setempat ke wilayah perkotaan.

"Beruntung saat jembatan ambruk, tidak ada kendaraan atau warga yang melewati jembatan itu," jelas Mamay (32), salah warga setempat sekaligus saksi mata kejadian kepada wartawan, Senin (1/4/2013).

Mamay mengatakan, setiap harinya akses jalan digunakan warga setempat dan para pelajar untuk menuju wilayah perkotaan. Setelah jembatan ambruk, warga dan para pelajar terpaksa memutar arah melalui pegunungan untuk bisa sampai ke perkotaan. Namun, tentunya harus menempuh jarak yang lebih jauh.

"Jembatan ambruk ini akibat curah hujan tinggi dan pinggiran tanah sungai longsor akibat air meluap," kata Mamay.

Siti Mariah (14), salah seorang siswa SMP Negeri Pasirwangi, berharap jembatan ambruk segera diperbaiki. Pasalnya, dirinya bersama temannya terpaksa memutar arah melalui pegunungan untuk bisa sampai ke sekolah. "Biasa kalau lewat jembatan hanya butuh 20 menit pakai motor. Sekarang saya ke sekolah bisa butuh waktu satu jam, soalnya jalannya memutar lewat gunung," kata Siti.

Jembatan Jalan Pasirwangi yang panjangnya sekitar 25 meter itu belum lama ini diperbaiki. Soalnya, kejadian jembatan ambruk bukan kali pertama terjadi. Beberapa tahun lalu, jembatan ini pun mengalami hal sama akibat tanah si pinggir sungai labil dan menyebabkan longsor.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas